oleh

Angin dan Gelombang Tinggi, Nelayan Tetap Melaut

-Metro-96 views

**BPBD Imbau Masyarakat Agar Tetap Waspada

SORONG-Nelayan di Jembatan Puri tetap melaut kendati sedang cuaca buruk yang dikeluhkan nelayan yaitu angin kencang dan gelombang yang tinggi. Menurut mereka, jika tidak melaut maka tidak akan pendapatan terlebih masyarakat akan susah mendapat ikan segar dan pastinya akan membuat harga ikan melambung.

“Kita tetap melaut karena kita penampung begini, nanti ada hasil baru panen. Kita juga tidak jauh-jauh dari daratan. Kalau musim ikan terbang kita mau cari telurnya memang pada angin kencang. Kalau angin tidak kencang, tidak ada telurnya. Angin selatan kan rata, jadi sudah terbiasa. Kalau angin barat ada waktunya badai, ada waktunya teduh. Kami melaut tergantung kalau ada penghasilannya 10 hari, kalau tidak ada kita jaga di pulau buang jangkar biasa 1 minggu sampai 2 minggu. Kita pencari lema, angin sedikit saja, ikan sudah lari,” kata salah satu nelayan sekaligus pemilik kapal, Kamaruddin.

Hal senada dikatakan nelayan Bagan, Burhan mengaku namanya nelayan tetap melaut walau pun ada keluhan beberapa nelayan tetapi tidak terlalu berpengaruh untuk kita tidak melaut. “Kita tetap melaut karena pada dasarnya kita nelayan. Sekalipun ada cuaca buruk,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa ada beberapa tipe nelayan, sehingga resiko yang dihadapi dan kebutuhan nelayan untuk cara menangkap ikan tersebut juga berbeda-beda.  “Nelayan punya porsi sendiri-sendiri, ada nelayan Bagan, ada nelayan mancing, ada nelayan jaring lingkar. Yang biasa mengeluh kalau angin kencang adalah nelayan mancing. Jadi kalau Bagan itu nelayannya cari tempat yang terpele pada musim angin,” jelasnya.

“Misalnya angin selatan, dia berlindung di pulau yang menghadap selatan. Jadi kalau bagan/bagang tidak terlalu berpengaruh untuk menangkap ikan, hanya saja jalannya saja yang harus lalui lautan dengan angin kencang,” sambungnya.

Burhan mengatakan bahwa sudah mengetahui informasi dari BMKG akan cuaca saat ini jika nelayan melaut. “Alhamdulillah kami melaut aman-aman saja, kalau cuaca begini kita harus siap tanggung resiko. Hanya saja kalau musim angin begini berpengaruh pada pendapatan karena tidak bebas mencari,” katanya.

Berbeda dengan nelayan pemancing, Tono mengatakan bahwa sudah seminggu tidak melaut karena cuaca buruk. “Angin kencang begini jadi ikan juga susah dipancing,” akunya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Sorong Herlin Sasabone mengatakan terkait bibit badai siklon tropis 94W sebagaimana diimbau dari pusat bahwa untuk sementara aktivitas di laut, baik itu nelayan atau aktivitas mayarakat lainnya yang dilakukan di laut untuk sebisa mungkin tidak dilakukan pada tanggal-tanggal yang sudah di warning. “Kita tidak tahu perubahan cuaca setiap saat itu dia akan berubah dengan cepat. Sehingga untuk mengantisipasi ini sebisa mungkin tidak ada aktivitas yang dilakukan di perairan. Masyarakat tetap waspada,” tegasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed