oleh

Ancam Duduki Kantor Bupati

-Metro-73 views

AIMAS – Pertemuan ketiga kalinya antara masyarakat adat ring satu perusahaan migas dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Suroso, Senin (30/11) belum juga membuatkan kesepakatan. Masyarakat adat yang sedari awal datang dengan tuntutan DBH Migas senilai Rp 24,7 miliar, kembali pulang dengan dengan kosong akibat belum adanya keputusan dari pihak pemerintah Kabupaten Sorong.
Terkait hal ini, pertemuan lanjutan rencananya akan dilakukan pada Kamis (3/12) mendatang dengan tuntutan yang sama. Masyarakat berharap pada pertemuan lanjutan tersebut, yang menemui mereka adalah Bupati Sorong. Masyarakat juga minta agar Bupati Sorong datang dengan Rp 24,7 miliar sebagai nominal 10 persen DBH Migas yang jadi hak mereka. Masyarakat mengancam akan menduduki Kantor Bupati dan Kantor BPKAD jika tuntutan tidak dipenuhi.
”Kami minta besok Kamis, Bupati yang datang ketemu dengan masyarakat. Bupati juga jangan datang tangan kosong, dia harus bawa masyarakat punya Rp 24,7 miliar dana BLT dari DBH Migas. Kalau tidak, kami sudah siap bambu dan kain merah, tetua adat siap lakukan ­pemalangan,” tegas Sem Mugu, ­anggota DPRD Kabupaten Sorong yang juga ikut bersama masyarakat dalam mengawal permasalahan ini.
Sem menyatkaan selama ini Bupati Sorong terkesan tidak perduli terhadap masyarakat adat karena selalu menghindar ketika diminta untuk menghadiri pertemuan dengan masyarakat adat.
”Selama ini kami rasa Bupati menghindar. Bupati sebagai pengambil keputusan tidak pernah datang mengikuti pertemuan bersama kami, selalu saja diwakilkan oleh staf ahli sementara staf ahli bukan pengambil keputusan dan kita harus tetap menunggu Bupati. Proses inilah yang membuat semuanya berbelit-belit, jadi kami tidak mau ulur waktu lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Tokoh Adat Malamoi Barnabas Kamuru yang dipercaya masyarakat untuk melakukan pemalangan adat terhadap antor bupati dan kantor BPKAD Kabupaten Sorong menambahkan, pemandangan adat akan berlangsung hingga Gubernur Papua Barat datang dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
”Hari Sabtu waktu Bapa (Gubernur) datang ke Sorong, kami temui di bandara dan beliau janji akan selesaikan masalah ini, jadi mari kita tunggu. Seharusnya Bupati bisa konsen dalam menyikapi tuntutan warga, jangan sampai kita terpaksa melakukan hal ini. Tolong jangan tunda lagi, Bupati harus konsisten sama seperti Gubernur, pemerintah harus melihat rakyatnya,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed