oleh

Anak Dimaki, Bapak Parangi Guru dan Pensiunan PNS

KAIMANA – Seorang bapak berinisial JRS (37) diamankan polisi karena diduga telah melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam terhadap KM (60) guru di salah satu sekolah di Kaimana, dan PS (69) yang merupakan pensiunan PNS, di kawasan Jalan Perindustrian Kaimana, Senin (22/3) sekitar pukul 15.30 WIT.  

JRS telah ditetapkan sebagai pelaku penganiyaan berdasarkan Laporan Polisi: LP.B /59/III/2021/Papua Barat/Res Kaimana/SPKT II, tanggal 22 Maret 2021 tentang dugaan tindak pidana penganiayaan, nekat menganiaya kedua korban karena tidak terima anaknya diduga telah dimaki-maki oleh kedua korban. 

Sebelum kejadian, pelaku terbangun dari tidur karena mendengar suara keributan anak-anak dari luar rumahnya. Di luar rumah pelaku mendapati anaknya menangis, karena dituduh melakukan pelemparan rumah milik KM dan PS.  Disaat bersamaan pelaku mendapati KM dan PS sementara melontarkan makian kepada anaknya. Pelaku JRS akhirnya menegur keduanya untuk tidak menuduh sembarangan terhadap anaknya. 

Setelah menegur korban, pelaku selanjutnya masuk ke dalam rumah sambil rebahan di lantai rumahnya. Namun istri pelaku yakni SP, kemudian mendatangi rumah korban selanjutnya terjadi keributan di dalam rumah. Mendengar istri terlibat keributan, lelaki yang berprofesi sebagai  guru ini naik darah dan langsung mengambil parang miliknya, kemudian menyusul istrinya. 

Namun belum sempat keluar rumah, istrinya menghampiri dan merampas parang yang dibawah oleh pelaku kemudian kembali menuju rumah korban di kawasan Jalan Perindustrian Kebun Kelapa, RT Sceep Kaimana. Pelaku kemudian menyusul istrinya dan kembali mengambil parang. Setelah memegang parang, pelaku mendobrak pintu rumah korban namun tidak berhasil terbuka. 

Naas, korban PS yang hendak bepergian menggunakan sepeda motor, berpapasan dengan pelaku. Tidak menunggu lama pelaku langsung mengayunkan parang yang dibawanya ke bagian lengan kanan PS sehingga membuatnya tersungkur ke tanah berlumuran darah. 

Tak hanya memarangi PS, pelaku kembali mencari keberadaan KM di rumahnya. Pelaku yang telah dikuasai amarah, mendobrak pintu rumah KM dan berhasil menemukannya. Tidak menunggu lama, pelaku untuk kembali memarangi korban di bagian kepala, sehingga korban terjatuh ke tanah berlumuran darah. Meski korban telah terjatuh, namun pelaku tetap memarangi sebanyak dua kali di bagian pipi sebelah kiri.  “Setelah melakukan aksinya, pelaku JRS melarikan diri ke kebun miliknya, sebelum akhirnya dijemput oleh petugas kepolisian,”  jelas Kapolres Kaimana melalui Paur Humas Brigpol. Dody Setyawan, kepada wartawan di Polres Kaimana, Selasa (23/3). 

Dikatakan Dody, untuk mengungkap secara pasti penganiyaan tersebut hingga kini petugas telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Serta telah melakukan Visum et Repartum terhadap kedua korban penganiyaan.  Pelaku kini telah diamankan di ruang tahanan Polres Kaimana untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara korban telah dilarikan ke RSUD Kaimana untuk mendapatkan perawatan intensif, atas luka yang dialami kedua korban. Kedua korban mengalami luka serius akibat penganiayaan tersebut dan harus mendapatkan puluhan jahitan. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed