oleh

Alun-Alun Aimas Disterilkan

Personel Polres Sorong dan Koramil Aimas Gelar Operasi Yustisi

AIMAS – Sterilisasi Alun-Alun Aimas dan beberapa kawasan yang menjadi pusat keramaian di Kabupaten Sorong kembali dilakukan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Nomor 440/103 tentang penutupan aktivitas publik, kegiatan usaha (permainan dan hiburan) yang berada di dalam maupun di sekeliling Alun-Alun Aimas. 

PMB OPBJJ-UT Sorong

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, surat edaran tersebut disosialisasikan oleh anggota Polres Sorong, Koramil Aimas dan Satpol PP dalam kegiatan operasi yustisi, Sabtu (6/2). “Sementara kegiatan yang dimaksud harus dihentikan terhitung sejak tanggal 6 Februari 2021 sampai dengan  waktu yang belum ditentukan. Kita masih menunggu pemberitahuan selanjutnya, nanti kalau sudah ada informasi pembukaan baru aktivitas boleh dilakukan lagi,” kata Petugas Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid Kabupaten Sorong Agus J. Latumahina,S.Sos,MSi kepada Radar Sorong.

Selain Alun-Alun Aimas yang disterilkan, kolam pemandian seperti Tirta Istianah Indah, Pemandian Taman Sari Garden juga akan menerima dampak penutupan sementara tersebut.  Berbanding terbalik dengan para pelaku usaha yang berada di sekitar Alun-Alun Aimas, warung makan dan kafe di pinggir jalan masih tetap dizinkan buka dengan disiplin menerapkan 3M. “Kami juga mendatangi tempat makan termasuk kafe, seperti Janji Jiwa dan Rumah Makan Sawahan untuk mensosialisasikan hal yang sama terkait edaran tersebut. Jadi mereka tetap dizinkan buka, tapi harus menerapkan protokol kesehatan 3M, terutama menjaga jarak. Jadi kursi harus diberi tanda silang, mana yang bisa diisi, mana yang tidak,” jelasnya.

Menurutnya, pengawasan juga akan terus dilakukan oleh anggota Polres Sorong, Kodim dan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong melalui Satpol-PP selama sterilisasi berjalan. Sanksi tegas sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 38 tahun 2020, akan diterapkan kepada para pedagang bandel. “Sanksi pertama kami berikan teguran lisan, kalau tidak diindahkan maka diberi sanksi denda. Jika masih tidak juga direspon baik, maka sanksi administrasi akan dilakukan dengan penutupan sementara tempat usaha tersebut hingga jangka waktu tertentu,” jelasnya.

Pantauan Radar Sorong, para pedagang yang berada di sekitar Alun-Alun Aimas cukup kooperatif dengan imbauan dari petugas. Namun karena sudah terlanjur membuka lapak, petugas akhirnya memberikan dispensasi kepada para pedagang tersebut untuk diizinkan berjualan hanya pada hari tersebut. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed