oleh

Alokasi KUR untuk PB Rp 222 Miliar

-Ekonomi-108 views

SORONG – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Universitas Muhammadiyah Sorong saling bersinergi dalam memajukan pertanian yang modern di Papua Barat ­dengan menggelar kuliah umum di kampus UMS, Jumat (4/12/2020).
Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinan Kementerian Pertanian RI, Ir Junaidi, MM mengatakan bahwa Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan kesejahteraan petani melalui tiga program strategis.

Ketiga program ini adalah penyediaan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR), program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks) dan pembentukan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostra Tani). Dijelaskannya, Kostra Tani, nantinya akan memperkuat fungsi penyuluh sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan di tiap kecamatan. Semua dikendalikan dengan artificial intelligence seperti pengendali AWR (Agricultural War Room). Kita akan kendalikan seluruh sektor pertanian untuk dapat data dan informasi lainnya. Lanjutnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus petani bunga yang rendah yaitu 6%. Sementara alokasi KUR untuk Papua Barat Rp 222 miliar untuk 4 sektor komoditas baik peternakan, hortikultura, tanaman pangan dan perkebunan. Namun dalam kenyataannya data juga menunjukkan realisasi sarapan untuk KUR dengan petani kita masih sangat ­rendah.

“Artinya ada hal yang perlu kita perbaiki dalam bentuk komunikasi sosialisasi dan penyuluhan kepada petani kita agar KUR ini bisa dimanfaatkan oleh petani kita, dalam rangka meningkatkan produksinya,” tegasnya.
Kemudian Gratieks, gerakan tiga kali lipat ekspor ini adalah badan Karantina Pertanian yang merupakan koordinator atau mediator dalam rangka peningkatan tiga kali lipat ekspor.

“Dalam kuliah umum, memang mahasiswa agak antusias tetapi bertanya-tanya. Mereka tidak menduga bahwa sesungguhnya mahasiswa ini punya potensi. Dimana era milenial berdagang itu tidak harus berkonteiner tapi 1 atau 2 kilo bisa. Menggunakan kecanggihan teknologi salah satu misalnya kita bisa memasarkan produk dari sini ke luar negeri atau sebaliknya di luar negeri ke sini. Memasarkan produk secara online,” jelasnya.
Rektor UMS, DR Muhammad Ali,MM,MH mengatakan Kuliah Umum dari Kementrian Pertanian RI, sesuai dengan program dan visi Universitas Muhammadiyah Sorong. Dimana UMS sudah dalam proses menyiapkan lahan untuk pertanian. Ada lab bagi mahasiswa dan dosen dalam rangka untuk bagaimana pertanian yang modern, sama dengan program yang ada pada kuliah umum dari Kementerian Pertanian,

“Kami sudah menghubungi salah satu kepala suku di Papua agar lahan petani itu tetap menjadi lahannya tetapi didampingi oleh mahasiswa yang sudah dinyatakan bersyarat setelah lolos di dalam lab pertanian.
Maka dia berhak untuk mendampingi kelompok-kelompok tani dan kepala suku itu setuju,” katanya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed