oleh

Aliansi Raja Ampat Bersatu Angkat Kartu Merah

-Metro-83 views

Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB) kesekian kalinya kembali melakukan aksi demo damai di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Raja Ampat (11/9). Pantauan Radar Sorong, dalam aksi kali ini pendemo dilengkapi dengan sejumlah tuntutan yang dituangkan dalam pamflet, spanduk, dimana mengangkat sejumlah persoalan di Kabupaten Raja Ampat seperti, hasil tes CPNS formasi 2018 yang hingga hari ini tidak kunjung diumumkan. Bukan hanya itu, aksi ini pendemo menyoroti pemekaran sejumlah kampung persiapan yang dinilai tidak dilengkapi dengan nomor registrasi namun sudah dibuat papan nama.

Kemudian, penganggunan sejumlah kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang dinilai pendemo tidak dilanjutkan dan tenggelam diantaranya seperti, kasus septic-tank, dan kasus tugu selamat datang serta dalam pamflet tersebut pendemo memberikan raport merah terhadap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI karena tidak mampu menyelesaikan kasus korupsi di Raja Ampat. Termasuk selembar kain hitam bertuliskan R.I.P KPK RI.

“Kami minta keadilan dan kesejahteraan sesuai janji – janji dari pemerintah daerah. Dan, kenapa sampai di hari ini, hasil tes CPNS formasi 2018 belum diumumkan, padahal di daerah lain telah pengumuman. Dengan itu DPRD harus jelaskan sudah sejauhmana mengawal tuntan pencaker ini,” ujar Yohan Sauyai saat orasi, kemarin. 

Ketua DPRD Raja Ampat, Abdul Wahab Warwey, setelah melakukan audiens, kepada sejumlah awak media menyampaikan, dalam audiens tadi bersama perwakilan Aliansi membahas terkait dengan Pilkada, namun ada beberapa poin yang dibahas tetapi diarahkan untuk dibahas pada ruang-ruang yang lain lagi. Tetapi lanjut Wahab, inilah alam demokrasi selaku pimpinan DPRD mengucapkan banyak terima kasih terhadap teman-teman aliansi karena kedatangan mereka dalam aksi ini merupakan tempat yang tepat yakni dirumah rakyat untuk menyampaikan aspirasi. 

“Saya pikir ini sangat baik sekali yang terpenting mari kita semua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik di tengah – tengah masyarakat serta tidka saling mengasut. Sehingga, kita bersatu tidak saling mendeskritkan pihak yang lain. Jadi, kalau semua berjalan transparan, saya pikir inilah alam demokrasi,”pintanya. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed