oleh

Alat Uji Laik Kendaraan Bermotor Rilis di Kabsor

-Metro-102 views

AIMAS – Dianggap sebagai kabupaten yang sudah selangkah lebih maju dibanding daerah lain di Tanah Papua, Kabupaten Sorong menjadi daerah pertama yang mendapatkan alat uji laik fungsi kendaraan bermotor non statis di Indonesia. Alat ini pertama kali dirilis di Kabupaten Sorong, Senin (22/3) dengan harapan dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian terhadap kendaraan bermotor, sehingga dapat diketahui tingkat kesehatan kendaraan tersebut.

PLH Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXV Provinsi Papua dan Papua Barat, Robert Napoleon Isak Tail menuturkan, program tersebut sangat penting dan strategis dalam menata sistem transportasi darat di Tanah Papua. Dimana keselamatan menjadi hal yang mutlak dan wajib dipatuhi oleh seluruh masyarakat. Oleh karenanya, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) yang merupakan perpanjangan tangan dari Dirjen Perhubungan Darat telah menghadirkan sebuah unit mobil pengujian kendaraan bermotor non statis yang bisa dioperasikan hingga ke distrik-distrik.

“Jadi bukan lagi masyarakat yang mencari alat ini namun alat inilah yang mencari masyarakat. Karena alat ini bisa diangkut menggunakan mobil khusus sehingga sangat efisien untuk dipindah-pindahkan,” ujar Robert.

Alat tersebut, lanjutnya, merupakan milik Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang dititipkan ke BPTD XXV Papua dan Papua Barat. Nantinya alat tersebut dapat dipinjamkan ke daerah di Papua dan Papua Barat dimana alat uji kendaraannya belum terakreditasi. Bagi masyarakat yang ingin menggunakan alat tersebut, Kemenhub menetapkan tariff sebesar Rp 25.000. Namun penerapannya di daerah-daerah, tarifnya bisa disesuaikan dengan perda yang berlaku di daerah masing-masing.

Bupati Sorong Dr. Johny Kamuru SH, M.Si memberikan apreasiasi kepada Menteri Perhubungan RI dan Dirjen Perhubungan Darat dan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat yang melakukan first launching di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Sorong. Dengan hadirnya alat tersebut, bupati meminta agar seluruh kendaraan dinas harus diuji. Dikarenakan hal ini sangat penting, untuk kenyamanan dan keamanan pengendara ketika berlalu lintas di jalan.

“Selama ini banyak orang takut naik pesawat karena risiko kecelakaan dan sebagainya. Padahal kalau dilihat tingkat kecelakaan yang melibatkan transportasi darat jauh lebih tinggi daripada menggunakan transportasi udara. Hal tersebut bisa saja dikarenakan kelalaian pengguna yang tidak mengetahui kondisi kendaraannya.Oleh karena itu uji kendaraan ini sangat penting,” urianya.

Selain itu juga untuk pengadaan blue card untuk pengujian kendaraan dengan mamakai sistim website dan barcode, Bupati mengatakan pihaknya sangat mendukung. Penggunaan blue card dinilai dapat mendata dengan jelas sehingga sangat meminimalisir adanya pungutan liar.

“Kita akan siapkan semua, blue card-nya. Apalagi alat ini pertama kali di uji coba di kabupaten Sorong, tentu kami akan sangat mendukung dan berupaya menyatukan komitmen untuk mencapai tujuan yang sama,” tuturnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed