oleh

Alat PCR RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong Rusak

Imbas Meningkatnya Jumlah Sample PCR yang Diperiksa

AIMAS – Salah satu alat PCR di RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat mengalami kerusakan. Kabarnya, alat tersebut sudah rusak sejak 10 Agustus dan hingga kini masih dalam proses perbaikan. Kerusakan alat tes PCR terjadi karena meningkatnya jumlah sampel yang diperiksa dari kota maupun kabupaten tetangga yang ada di Sorong Raya. Perharinya, pemeriksaan bisa mencapai ratusan sampel, sedangkan kapasitas alat yang tersedia sangat terbatas.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Penanggungjawab Laboratorium RDUD JP Wanane, dr Ishak Samuel Wuwuty mengatakan, kerusakan terjadi pada sistem robotik atau motorik yang berfungsi sebagai pendorong alat untuk melakukan ekstraksi secara otomatis menjadi terkendala. “Kami sudah laporkan kepada direktur, beliau berharap supaya ini bisa diselesaikan. Untuk sementara kami melakukan pemeriksaan COVID-19 menggunakan tes antigen, uarena untuk perbaikan alat tersebut memang dibutuhkan teknisi khusus,” jelas dr. Ishak.

Saat ini ada dua alat PCR yang dimiliki RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong, namun hanya satu alat yang dapat digunakan untuk pemeriksaan COVID-19, sedangkan satu alat lainnya digunakan untuk pemeriksaan TB. Hingga saat ini pihak rumah sakit belum bisa memastikan kapan alat tes PCR pemeriksaan COVID-19 ini bisa kembali normal, sehingga untuk kebutuhan mendesak, pemeriksaan PCR akan dilakukan di rumah sakit swasta yang ada di Kota Sorong.

Menanggapi hal ini, Bupati Sorong Dr Johny Kamuru,SH,MSi menyatakan akan mengupayakan untuk percepatan waktu perbaikan alat tersebut. Bupati juga telah berpesan kepada pihak RSUD JP Wanane untuk mendatangkan teknisi dari luar yang bisa menangani permasalahan tersebut. Jika terpaksa alat tersebut sudah tidak bisa lagi diperbaiki, maka Bupati Sorong akan mengupayakan pengadaan alat PCR yang baru pada APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021 nanti.

“Saya sudah perintahkan direktur RSUD JP Wanane untuk segera datangkan teknisi. Atau kalau tidak bisa diperbaiki, saya upayakan pengadaan alat baru di anggaran perubahan nanti. Yang penting kita usaha dulu, kalau terpaksa tidak bisa maka mau tidak mau, ini kebutuhan mendesak maka harus diupayakan pengadaannya,” ujar Bupati Sorong saat konfrensi pers di kantor Bupati Sorong, kemarin.

Bupati menerangkan, alat PCR tersebut masih difungsikan untuk pemeriksaan sampel dari beberapa daerah di Sorong Raya. Melihat situasi dan kondisi yang ada, demi alasan kemanusiaan yang harus dikedepankan, maka alat tersebut akan digunakan secara umum. Namun jika suatu hari kondisi sudah membaik lanjut Bupati Sorong, maka setiap Kepala Daerah di wilayah Sorong Raya ini harus bertanggung jawab kepada masyarakat yang ada di daerahnya masing-masing. (ayu/ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed