oleh

Aksi Walk Out Warnai Rapat Pleno III DPR R4

-Metro-131 views

WAISAI- Anggota DPRD Fraksi Golkar Kabupaten Raja Ampat memutuskan keluar ruang sidang (Walk Out) dan tidak melanjutkan Rapat Pleno III (tiga) Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati T.A. 2019 yang diisi laporan- laporan komisi-komisi, Senin (13/07). 

“Mengapa Fraksi Golkar memilih walk out dan tidak melanjutkan lagi rapat pleno III untuk mendengarkan jawaban komisi-komisi terhadap pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2019. Alasannya ada dua yakni, pertama belum ada rapat komisi membahas kekurangan-kekurangan yang terjadi di dalam LKPJ, baik itu secara rutin maupun normatif untuk dibuatkan berita acaranya. Itu tidak diberikan kepada kami anggota untuk dibaca dan kami (Fraksi Golkar) tidak pada posisi terima, “terang Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Raja Ampat, Drs. Martinus Mambraku, M.Si, saat di temui sejumlah wartawan di kantor DPRD Raja Ampat setelah meninggalkan ruangan sidang pleno III.

Menurutnya alasan kedua, adanya aksi unjuk rasa beberapa hari kemarin yang meminta agar anggota DPRD tidak melanjutkan lagi pembahasan LKPJ karena sudah WTP. Nah, oleh karena itu melalui pandanganFraksi Golkar, suara Golkar adalah suara rakyat dan suara rakyat adalah suara Tuhan, maka kami ditegur oleh Tuhan. Terkait hal itu, sehingga kami memutuskan untuk keluar saja dulu.

 “Tindakan ini diambil agar menjawab tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Peduli Masyarakat Raja Ampat (Ampera) saat melakukan unjuk rasa kemarin. Kemudian jika itu tidak dilakukan, maka secara hukum kamipun turut serta ketika kemudian pada satu waktu kami akan menjadi bagian yang akan dituntut oleh Rakyat karena tidak menghiraukan adanya tuntutan pada saat rakyat berunjuk rasa. Tetapi malah ikut melanjutkan, baik itu membahas ataupun memberikan penilaian dan tanggapan terhadap pembahasan LKPJ tersebut, “ujar Martinus

Ia menambahkan, walk out ini akan tetap berlanjut jika pimpinan DPRD tidak mengundang pihaknya (Fraksi Golkar) secara normatif untuk membahas sejumlah tuntutan yang telah disampaikan oleh Ampera. “Untuk itu, jika kami tidak diundang maka kamipun tetap berada di luar sidang LKPJ. Sekali lagi keputusan yang diambil oleh Fraksi Golkar sampai kapanpun tetap memilih di luar hingga penutupan LKPJ, “tegasnya,sembari berpesan kepada pimpinan DPRD Raja Ampat  untuk bijak melihat aksi walk out yang dilakukan,. Bukan melawan sistem tapi menyelamatkan lembaga DPRD dari tuntutan hukum dikemudian hari, sekaligus menyelamatkan anggaran daerah melalui LKPJ. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed