oleh

“Aksi Teroris di ATC Bandara DEO Digagalkan”

-Metro-149 views

SORONG-Sekelompok teroris yang mengatasnamakan Negara Timur Berdaulat berhasil menduduki Bandara DEO Sorong, tepatnya di gedung ATC Bandara DEO Sorong, Rabu (9/12). Kelompok teroris Negara Timur Berdaulat tersebut memploklamirkan bahwa Sorong sebagai basis perjuangan untuk menegakkan is Freedom di Indonesia.

Pantauan Koran ini, dalam perundingan dengan pihak Indonesia, kelompok teroris mengajukan permintaan yakni pertama dapat berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Republik Indonesia untuk mengajukan tuntutannya. Kemudian, pemerintah RI harus menyiapkan satu unit pesawat berserta crew di Bandara DEO Sorong agar bisa digunakan sewaktu-waktu. Teroris juga meminta agar area perairan Sorong dibersihkan dari segala macam aktifitas patroli keamanan laut maupun nelayan lokal. 

Selanjutnya, kelompok teroris juga meminta rekan-rekannya yang sebelumnya ditangkap harus dibebaskan serta Pemerintah RI harus mengirim media massa elektronik ke Sorong untuk menyiarkan tuntutannya. Namun bilamana tuntutan tidak segera dipenuhi oleh Pemerintah RI, teroris mengancam akan membunuh anggota TNI AL dan aparat keamanan lainnya yang berada di Bandara DEO Sorong. 

Tanpa diketahui musuh, Pasukan Intai Amfibi 3 Marinir yang terdiri dari dua tim tempur berjumlah kurang lebih 35 personel melaksanakan persiapan untuk menyerbu dan menghancurkan kekuatan musuh separatis yang telah menguasai Bandara DEO Sorong. Kedua Tim Taifib yang terdiri dari Tim Alfa dan Bravo segera menuju ke titik penyandaraan.

 Tim Alfa sendiri melaksanakan serbuan dengan teknik Fastrope dari Heli bell-412 sedangkan tim Bravo melaksanakan Silent Kill dengan mengunakan kendaraan taktis guna melumpuhkan para teroris yang berada di seputaran Gedung ATC Bandara DEO Sorong. Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) adalah satuan khusus yang dimiliki oleh Pasukan Marinir yang terkenal memiliki kemampuan khusus di segala medan baik darat, laut maupun udara.

Setelah aksi saling serang dengan senjata api serta beberapa kali ledakan bom, akhirnya teroris dapat dilumpuhkan oleh Dentaifib 3 Marinir kemudian beberapa sandera dibebaskan serta ada beberapa korban yang juga di evakuasi dari Gedung ATC Bandara DEO Sorong dengan menggunakan Ambulance Bandara DEO Sorong. Mobil Pemadam Kebakaran milik Bandara DEO juga dikerahkan untuk memadamkan api di seputaran gedung ATC.

Aksi tersebut, merupakan simulasi dari kegiatan latihan Standar Kemampuan Perorangan Dasar (SKPD) dan Lanjutan Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Taifib) 3 Marinir Pasmar 3 Korps Marinir. Komandan Pasmar 3 (Danpasmar 3) Brigjen TNI (Mar) Edi Juardi menjelaskan pihaknya bekerjasama dengan Bandara DEO Soron9 dan Puspenerbal yang bertujuan untuk mengatasi gangguan yang terjadi di Bandara DEO Sorong.

“Ada permintaan untuk menyelesaikan masalah di sini, sehingga kami menyarankan Detasemen Taifib untuk menyelesakan gangguan tersebut, itu merupakan gambaran kegiatan kami hari ini,”jelasnya kepada awak media, kemarin.

Danpasmar 3 Sorong menambahkan, kegiatan ini juga sebagai langkah awal dalam mengantisipasi kejadian-kejadian sebelumnya dimana pernah ada penyusup yang masuk di wilayah Bandara DEO Sorong. Oleh karena itu, perlunya kerja sama yang baik dengan pihak Bandara.

“Kedepan, kita akan melaksanakan lagi latihan-latihan yang sifatnya bagaimana menunjukkan kesiapan dari pihak satuan kita maupun Bandara guna mengamankan Bandara DEO Sorong sebagai salah satu objek vital di Sorong,”terangnya seraya menambahkan, kedepannya Pasmar 3 bersama Bandara DEO Sorong akan menyusun rencana-rencana apa yang dibutuhkan untuk mengamankan Bandara DEO.

Kegiatan ini juga diikuti oleh personel Fire Station (Pemadam Kebakaran) personel kesehatan serta unsur lainnya yang berjumlah kurang lebih 100 personel.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed