oleh

Aksi Solidaritas Seniman, Kota Sorong Lawan Covid-19

Termotivasi menciptakan ruang bagi pelaku seni budaya Kota Sorong dan juga sebagai upaya merangsang kreatifitas serta menyalurkan energy positif untuk berkreasi dan berkontribusi melawan Covid-19, seniman dan budayawan di Kota Sorong bergerak melalui aksi solidaritas seniman yang bertemakan Seniman, Budayawan, TNI-Polri, Pemerintah dan Masyarakat Lawan Covid. “Jadi intinya, Kota Sorong Lawan Covid,” kata Zadrak Andarias Agaki selaku inisiator aksi solidaritas sosial seniman Kota Sorong peduli Covid, Senin (19/10/20).
Kreatifitas dan ekspresi seniman dituangkan dalam bentuk lukisan warna warni yang berciri khas Papua, baik itu burung etnik Papua, alam Papua, termasuk ornament-ornamen khas Papua, di tembok bagian luar Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong. Di tembok sepanjang lebih kurang 200 meter yang berlokasi di Jln Basuki Rahmat Km 8 Kota Sorong, yang sudah terlihat rampung dikerjakan diantaranya gambar burung cenderawasih, ornament-ornamen khas dan alam Papua. Terlihat juga tulisan Kota Sorong Lawan Covid-19.

Kata Sorong dengan Covid-19 yang berwarna merah, terpisah agak jauh, puluhan meter. Zadrak Agaki mengatakan, diantara Sorong dan Covid-19, pihaknya merencanakan untuk menuangkan kreasi sekaligus symbol-simbol perlawanan, seperti orang yang menarik panah yang ditujukan ke Covid-19. “Nanti dibarengi dengan sentuhan karakter etnik Kota Sorong, atau pesan-pesan moril lainnya selain tulisan grafis Kota Sorong Lawan Covid. “(Bila sudah jadi) pesan-pesan moral kepada masyarakat untuk mengingatkan betapa jahatnya corona,” jelasnya.
Dia mengatakan, sebagai seorang seniman, pihaknya percaya alam tidak butuh manusia, manusia-lah yang butuh alam, jadi mari kita jaga alam, hasilnya pasti baik. “Jangan merusak alam karena alam pasti marah. Hindari gesekan-gesekan dengan alam, karena toh corona ini pun menurut saya merupakan kesalahan manusia, bukan alam,” ucapnya.
Ditanyai mengenai kian banyaknya kasus positif Covid-19 di Kota Sorong yang hingga Senin (19/10/20) tercatat sebanyak 1.639 kasus positif, 22 diantaranya meninggal dunia, dan kasus sembuh sebanyak 1.275 kasus, Zadrak mengingatkan kepada masyarakat Kota Sorong pada umumnya untuk menaati anjuran pemerintah. “Anak yang baik dalam konteks keluarga ya taat sama bapak dan mama, dalam kontek corona yang kita taatlah pada pemerintah. Apa yang dianjurkan pemerintah ya kita ikut, pemerintah bilang terapkan protokol kesehatan ya kita harus ikut. Sebagai anak yang baik, warga yang baik, mari kita bersama-sama melawan corona, dan kami seniman ini melalui aksi positif dan produktif ini, juga ada nilai edukasinya di dalam,” pesannya.
Ditambahkannya, untuk orientasi jangka panjang, pihaknya ingin menjadikan tembok Bandara DEO ajang kreasi aksi solidaritas seniman ini sebagai papan pengumuman kota, dan bersama-sama dengan pemerintah Kota Sorong bersinergi untuk menjadikannya sebagai tempat menyalurkan minat dan bakat seni. “Sehingga anak-anak muda generasi penerus bisa diarahkan untuk berjalan di rel-rel yang sifatnya produktif edukatif, melalui ruang ekspresi seni dan budaya di tembok sepanjang lebih kurang 200 meter di depan Bandara DEO Kota Sorong,” pungkasnya. (ian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed