oleh

Aksi Demo Damai Tuntut 9 Poin

-Berita Utama-1.047 views

SORONG-Aksi demo yang digelar oleh gabungan mahasiswa, OKP, Ormas, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan dan Dewan Adat Sorong di kantor Walikota Sorong kemarin (21/8) berlangsung damai. Dalam aksi tersebut dilakukan pembacaan 9 tuntutan oleh Koordinator Aksi, Ronal Yable disaksikan langsung  Walikota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM.

  9 tuntutan itu yakni biarkan  orang Papua keluar dari Bangsa Indonesia dan berdiri sendiri sebagai satu bangsa; Pemerintah RI segera pulangkan mahasiswa Papua dari Tanah Jawa ke Tanah Papua;  Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat segera pulangkan rakyat Indonesia baik legal maupun illegal dari Tanah Papua. 

  Selain itu, mendesak Presiden RI mewakili segenap Bangsa Indonesia harus meminta maaf kepada rakyat bangsa Papua. Kemudian Pemerintah harus segera membubarkan ormas Banser dari negara Republik Indonesia. Tuntutan selanjutnya Negara RI segera menarik militer organik dan non organik dari Tanah Papua, biarkan monyet hidup sendiri di bangsanya sendiri.

  Meminta Presiden Jokowi segera memecat oknum anggota TNI yang mengeluarkan statement kalimat monyet kepada mahasiswa Papua.

  Tak hanya itu, massa juga meminta agar Pemerintah RI memberikan kebebasan untuk Papua menentukan nasib sendiri. “The right of the self determination for West Papua kepada rakyat Papua. Apabila Pemerintah Indonesia tidak mengindahkan pernyataan kami dan melakukan hal yang sama, maka kami akan duduki,” tegasnya.

  Tuntutan yang berisikan 9 point dengan tembusan kepada Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri, Kementerian Hukum dan HAM RI, Komnas HAM, Gubernur Papua dan Papua Barat, MRP dan DPR Papua dan Papua Barat. 

  Sementara itu, Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau menegaskan dirinya pasti akan menindak lanjuti aspirasi dan tuntutan tersebut. Menurutnya, semua yang terjadi di tanah ini harus diserahkan kepada Tuhan, karena Tuhan yang membuat mukjizat. 

  “Saya bangga kepada para pendemo hari ini karena melakukan aksi dengan tertib. Pesan saya, aset yang telah dibangun jangan dirusak. Saya adalah anak Papua yang Tuhan utus untuk mengurus anak Papua yang ada di Kota Sorong. Kita sepakat saja kalau setelah pulang jangan lempar melempar dan jangan rusak fasilitas yang dibangun,” ujarnya. 

  Ditambahkannya, aspirasi yang telah disampaikan akan dibawa ke Guburnur Papua dan Papua Barat untuk mencari jalan keluar. Dalam hal ini, kedua gubernur yang ada di tanah Papua akan berbicara dengan Pemerintah RI di Jakarta untuk membahas persoalan ini bersama-sama. “Semua sudah tercover dalam 9 point, dan ini akan dibahas satu persatu. Saya juga merupakan bawahan dari gubernur sehingga harus dibahas bersama,” pungkasnya. 

  Pantauan media ini, sekitar pukul 18.30 WIT Walikota Sorong, Lambert Jitmau secara resmi menyerahkan aspirasi yang berisikan 9 poin kepada Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan di Swiss Belhotel Sorong.

Walikota:  Warga Jangan Mudah Terprovokasi 

  Melihat keadaan yang sempat tidak terkendali di Kota Sorong, Wali Kota Sorong Drs. Ec Lambert Jitmau, MM angkat bicara melalui media.”Kita semua berpikir arif sajalah, Pemerintah daerah setempat di Jawa Timur baik di Malang dan di Surabaya dan kami di Papua juga harusnya bersikap dengan bijaksana,” jelasnya kepada awak media.

  Lanjut Lambert, sebagai pemimpin dan orangtua harus duduk sama-sama untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Karena menurutnya, apa yang telah terjadi di Kota Malang dan Kota  Surabaya yang menimpa anak-anak bangsa mungkin karena ada salah pengertian.

  “Kita harus cari  jalan keluar yang terbaik seperti apa, kita jangan perpanjang masalah dan jangan buat masalah baru. Jangan sampai ada yang merusak fasilitas milik negara, karena kalau fasilitas rusak, nanti kita bangun pasti butuh anggaran lagi. Kita capek lagi untuk bangun fasilitas,” terangnya.

  Oleh karena itu, Lambert  menghimbau agar warga masyarakat khususnya Kota Sorong  jangan ada yang terprovokasi dan jangan terlalu  emosional dalam menyelesaikan masalah. “Mari kita arif dan bijak untuk melihat persoalan yang terjadi ini dan kita bersama-sama menyelesaikan dengan kepala dingin,” pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed