oleh

AKB, Pemda R4 Bahas Pengoperasian Kapal Terbatas

-Metro-116 views

WAISAI- Pemda Raja Ampat melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II (dua) Raja Ampat, Dinas Perhubungan (Dishub) Raja Ampat bersama Perusahaan Operator Kapal Penumpang menggelar pertemuan guna membahas rencana pengoperasian kapal terbatas memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) berlangsung di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja Ampat, Rabu (22/07).

Sekretaris Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Raja Ampat, Yusdi N. Lamatenggo mengatakan, pertemuan tersebut membahas persiapanKkabupaten Raja Ampat saat memasuki AKB, pertemuan ini banyak hal yang didiskusikan bersama yakni beberapa poin menjadi agenda pembahasan diantaranya termasuk rencana pengoperasian kapal laut terbatas. Namun, khusus untuk transportasi laut sementara ini pihaknya masih mengacu kepada kebijakan Bupati Raja Ampat yang dikeluarkan beberapa waktu lalu terkait dengan tranpostasi yang hanya dikhususkan pada muatan logistik. 

Ia menjelaskan, jika semua syarat sudah ditentukan dalam memasuki AKB, maka adapun beberapa poin yang harus disepakati bersama diantaranya pertama, semua harus mengikuti protokol kesehatan.

“Kan, Raja Ampat masuk dalam AKB maka syarat utamanya adalah warga harus makin disiplin saat menjalankan protokol kesehatan, “jelasnya sembari melanjutkan, untuk poin kedua, Pemerintah Daerah akan terus melakukan pengawasan pendisiplinan terhadap semua upaya yang dijalankan. Poin ketiga, Pemda ke depan akan membuat regulasi tentang AKB itu berupa Peraturan Bupati (Perbub). 

“Jadi, saat ini regulasinya sementara disiapkan, mudah mudahan dalam minggu ini sudah selesai maka bisa mulai masuk ke tahapan AKB di Raja Ampat. Juga kepada seluruh operator kapal nantinya wajib mengikuti protokol kesehatan, ” tegasnya.

Sementara saat ditanya berkaitan dengan pertemuan tersebut adanya pembahasan kenaikan tarif transportasi laut, jawab dia, sampai hari ini tidak ada perubahan tarif transportasi laut. “Jadi untuk tarif transportasi laut sampai hari ini (kamarin) tidak ada perubahan dan masih tetap sama, karena dalam pertemuan inipun agendanya tidak pada membahas terkait tarif yang dimaksud, hanya membahas tentang protokol kesehatan. Karena dalam poin rekomendasi edaran Tim Gustu Covid-19 Nasional masih adanya pembatasan transportasi, Maka kepada Pemda Raja Ampat dan Pemprov Papua Barat perketat transportasi orang dan pembatasan transportasi, “terangnya

Oleh karena itu, dikatakannya, pelayanan transportasi penumpang pada saat yang lalu misalnya satu hari bisa dua kapal, kali ini satu hari maksimal hanya satu kapal saja, tidak seperti awalnya pagi dan sore lagi. Sedangkan, untuk sistem pelayanan tiket kapalnya sama satu kali saja pada saat jadwal keberangkatan dari Waisai tujuan ke Kota Sorong dan sama sebaliknya ditetapkan pukul 14.00 (jam 2 siang) sampai tiba di pelabuhan tujuan pada pukul 16.00 (jam 4 sore). Untuk itu, jadwal keberangkatan kapal yang biasanya melayani kebarangkatan pukul 9 pagi sudah tidak ada lagi.

.”Terkait dengan tiket kapal, sesuai edaran Kementerian Perhubungan, selain kita menjual tunai juga seluruh operator diwajibkan untuk menyiapkan skema penjualan tiket dengan non tunai atau online, kenapa diwajibkan penjualan melalui online. Artinya hal ini bisa ikut membantu mengurangi transmisi atau kontak penyebaran Covid-19. Dan semua mitra seperti bank sudah siap membantu penjualan non tunai, tak hanya kapal namun juga kepada hotel, restoran, cafe, homestay, resort diharapkan menggunakan pembayaran non tunai. Tak hanya itu, untuk mewujudkan semua ini diperlukan dukungan semua pihak, agar mempertahankan jumlah pasien Positif di Raja Ampat yang pada saat ini semua dinyatakan telah sembuh. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed