oleh

Akad Kredit Massal KPR Sejahtera BNI Tembus 2.904 Debitur

-Ekonomi-104 views

Sempat menutup sementara waktu program kredit konsumtif di bidang kepemilikan perumahan pada awal munculnya kasus covid-19 lalu, kini BNI Griya mulai dibuka. Bertepatan dengan diperingatinya hari perumahan nasional tahun 2020, BNI menggelar seremonial akad kredit massal KPR Sejahtera BNI FLPP secara virtual yang menghubungkan antara beni di cabang dengan BNI pusat bersama ­Kementerian PUPR.
Agenda ini digelar untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa memiliki hunian atau rumah impian bukan lagi hal yang sulit.
“Program kredit massal KPR Sejahtera BNI FLPP kami lakukan untuk masyarakat menengah ke bawah agar lebih mudah memiliki hunian sendiri,” ujar Pimpinan Bank BNI Cabang Sorong, Gunawan Wibisono.
Acara berjalan lancar dengan hasil fantastis. Total ada sebanyak 2.904 debitur yang melakukan akad kredit massal KPR Sejahtera BNI. Pencapaian ini membuktikan tingginya minat masyarakat untuk memiliki hunian. Kegiatan ini juga didukung oleh 25 developer yang menyediakan unit perumahan yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sorong. Banyaknya debitur yang digandeng dalam program ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi debitur untuk memilih unit yang cocok.
Pada kesempatan yang sama, Gunawan juga menekankan bahwa untuk mencari referensi pemilihan rumah juga sangat mudah dan bisa dilakukan secara online, melalui aplikasi SiKasep (Sistem KPR Sejahtera FLPP). Aplikasi ini mampu menampilkan daftar developer perumahan berikut gambar unit rumahnya se-Indonesia.
Namun untuk lanjut hingga akad, calon debitur wajib bertemu developer dan memastikan telah melihat fisik dari unit perumahan yang akan dibeli. Selanjutnya untuk pengajuan kreditnya akan dilakukan oleh pihak perbankan.


Calon debitur yang hendak ikut dalam program KPR Sejahtera BNI juga tak perlu risau, karena setifikat dari tahan dan bangunan tersebut telah dipastikan pecah dan harus menjadi milik debitur.
“Kami tidak mau ambil risiko, mau yang aman dan nyaman saja. Jadi kalau sertifikat belum pecah, kami tidak bisa bantu untuk menjual,” tegas Gunawan.


Untuk memiliki rumah impian, user bisa datang langsung menemui developer untuk kemudian didaftarkan pada aplikasi SiKasep. Selanjutnya kelengkapan berkas akan dibawa ke bank untuk dilakukan analisa keuangan dan kemampuan membayar si debitur/user. Setelah lolos pra-uji, nasabah selanjutnya dicek kepatuhan kreditnya.
Gunawan menekankan, program ini diutamakan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Sehingga tujuan untuk menciptakan hunian bagi seluruh masyarakat bisa segera dicapai. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed