oleh

AGH jadi TSK Dugaan Pemalsuan Surat

-Metro-122 views

Pria berinisial AGH (64) warga Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat keterangan kesehatan bebas Covid-19 yang dipakai sebagai dokumen perjalanan dari Kota Sorong menggunakan speed boat ke Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat dan sempat mengelabui petugas gugus tugas Covid-19 Pemkab Raja Ampat yang bertugas dipelabuhan Falaya, Logbond Kota Waisai sejak 14 April 2020 lalu.

Hal itu disampaikan, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre J.W. Manuputty, S.IK didampingi, Kasat Reskrim, AKP Nirwan Fakaubun, S.IK, dan jajaranya lainnya saat menggelar Press Conference kepada sejumlah awak media di Gedung Aula Patriatama Maporles Raja Ampat, Jumat (04/09) kemarin. Kapolres mengemukakan bahwa, tersangka AGH ini merupakan salah satu peserta rombongan kegiatan Ijtima yang diselenggarakan di kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan 19-20 Maret lalu. 

Lanjut Kapolres pada saat rombongan termasuk AGH yang juga merupakan peserta Ijtima perwakilan Raja Ampat menyelesaikan kegiatannya dan hendak untuk kembali ke Waisai. Pada saat itupun Kabupaten Raja Ampat mulai memasuki masa awal Pandemi Covid-19. Kemudian ada penerapan bagi semua orang yang memasuki wilayah baik itu kota Waisai ataupun seluruh wikayah di kabupaten Raja Ampat harus memiliki surat keterangan sehat dan hasil pemeriksaan rapid test maupun Swab Tes Covid-19 yang dikeluarkan resmi oleh pihak terkait yang ada di Kota Sorong agar bisa dipakai untuk memasuki wilayah Raja Ampat.

Salah satu peserta rombongan Ijtima berinisial AGH diduga telah memalsukan surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Sorong atas nama pemilik surat pertama RDM yang dipinjamkan ke AGH selanjutnya, AGH menggandakannya lewat foto copy dimana sebelumnya AGH sudah menggantikan nama RDM dengan cara ditutupi dari atas menggunakan kertas yang sudah bertuliskan namanya AGH. ”Berdasarkan surat keterangan sehat palsu yang di foto copy tersebut, AGH pun beranikan diri untuk masuk ke Kota Waisai pada 14 April 2020 dengan menggunakan satu unit motor speed boat bersama RDM yang kemudian surat keterangan sehat itu mampu diketahui palsu oleh tim gugus tugas Covid-19 melalui salah satu tim medis berinisial R. Tak lama kemudian tim medis R melaporkan temuannya ke pihak Polres Raja Ampat untuk ditindak lanjuti,”paparnya

Dikatakannya, berdasarkan laporan tim gugus tugas maka pihaknya menindaklanjuti laporan atas dugaan pemalsuan surat sehat bebas Covid-19 tersebut. Selanjutnya, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli. 

”Dari hasil pemeriksaan saksi ahli maka, keterangan saksi ahli menyatakan surat keterangan sehat milik AGH terbukti dipalsukan yakni, nama dari saksi RDM selaku pemilik surat sehat asli pertama yang dipinjam AGH untuk diganti melalui ditempel dan di foto copy kembali,”urainya

 Ia menjelaskan, penindakan kasus ini dinilai cukup lama dengan alasan, yang bersangkutan (AGH) merupakan peserta tracking Orang Dalam Pemantauan (OPD) oleh Tim Medis Gugus Tugas kabupaten Raja Ampat dan termasuk sampelnya dikirim bersama dengan ODP lainnya pada waktu itu ke Makassar. Dari hasil pemeriksaan sampel tersebut, AGH pun terbukti Positif Covid-19. Kemudian AGH pun ikut bersama 18 pasien lainnya menjalani karantina serta proses penyembuhan disalah satu resort di Raja Ampat selama kurang lebih 3 bulan yang lalu hingga AGH bersama 2 pasien terakhir lainnya dinyatakan sembuh sejak 15 Juli 2020 lalu. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed