oleh

ABK Ditemukan Tak Bernyawa

SORONG – Salah satu ABK KM Tanete 02, Takbir (23) yang jatuh dan hilang di perairan Pulau Dua Misool Kabupaten Raja Ampat pada Jumat (12/3) lalu, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim Rescue SAR Sorong, Senin (15/3) sekitar pukul 17.45 WIT. Korban ditemukan pada jarak lebih kurang 100 meter dari titik jatuh.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Sorong, Mochammad Arifin menuturkan, timnya telah melakukan penyelaman selama 3 hari, termasuk di lokasi ditemukannya korban, namun korban diduga masih berada di dasar laut sehingga upaya pencarian baru membuahkan hasil pada hari ke-empat. “Sesuai jangka waktu korban naik ke atas permukaan air  perkiraan antara 3-4 hari, sehingga hari inilah korban ditemukan sudah naik ke permukaan air,” ujar Kakansar.

Menurutnya, pada hari kedua penyelaman sudah dilakukan di titik diduga jatuhnya korban yang ditandai dengan jerigen. Namun kedalaman laut sekitar 50-60 meter, sementara sesuai SOP dalam kondisi aman penyelaman hanya bisa dilakukan pada kedalaman 20-25 meter saja. Sehingga penyelaman tidak bisa dilakukan sampai ke dasar laut. “Kita menyelam hanya di tengah-tengah, tidak sampai menyentuh dasar, sesuai dengan SOP yang kita miliki. Jika penyelaman dilakukan sampai ke dasar pada kedalama 60-70 meter maka kami harus menggunakan alat khusus, namun kami belum memiliki alat tersebut,” terang Kakansar.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Sorong, Muhammad Irwan Alfons mengungkapkan bahwa kegiatan penyelaman yang dilakukan oleh tim juga mengalami kendala factor alam yang kurang bersahabat. Kuatnya arus di dalam air bahkan membuat tim penyelam hampir terpisah satu dengan yang lainnya. “Karna lokasi tidak jauh dari titik jatuh, maka pencarian sebenarnya sudah kami lakukan disana. Namun arus di area pencarian memang sangat kuat sehingga hampir membuat tim penyelam terpisah. Ada kemungkinan korban terbawa arus sehingga tidak ditemukan tanda-tanda selama pencarian hari pertama hingga ke-tiga. Jadi, korban baru ditemukan saat sudah naik ke permukaan,” bebernya.

Setelah dievakuasi, selanjutnya korban dibawa ke Sorong menggunakan Kapal SAR RB 221 dan diperkirakan tiba di pelabuhan KPLP Sorong sekitar pukul 23.00 WIT. Jenazah dibawa kembali ke Sorong atas permintaan keluarga. “ABK kami di Kapal SAR RB 221 sudah berkoordinasi dengan ABK KM Tanete 02. Kemudian atas permintaan pihak keluarga, maka korban dibawa kembali ke Sorong,” tutup Kakansar. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed