oleh

9 Anggota jadi Korban Insiden Moraid

AIMAS – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing,S.IK,MSi membenarkan bahwa 9 anggotanya menjadi korban dalam insiden perusakan Polsek Moraid, baru-baru ini. ”Benar, memang ada beberapa anggota yang menjadi korban dalam insiden tersebut, termasuk Kapolsek Sausapor, Kanit Intel, dan beberapa anggota lainnya,” ucap Kapolda.

Sebelumnya, Kapolres Sorong, AKBP Robertus Alexander Pandiangan, S.IK, MH saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan mengungkapkan bahwa anggota yang menjadi korban merupakan Kanit Intel Polsek Moraid hanya mengalami luka memar.

Namun berdasarkan informasi yang berhasil dari berbagai sumber bahwa dalam insiden tersebut ada 5 anggota Polsek Sausapor, termasuk Kapolsek, dan 4 orang anggota Polsek Moraid termasuk Kanit Intel-nya yang menjadi korban dalam kejadian ­tersebut. 

Pengrusakan Polsek Moraid bukan hanya kaca-kaca yang dipecahkan, beberapa pelaku juga disebutkan melakukan perampasan senjata milik anggota dan melakukan pengrusakan dengan membawa beberapa senjata tajam seperti parang dan tombak.

Kapolda sangat menyayangkan insiden tersebut. Namun Kapolda mengatakan bahwa kejadian tersebut dianggap sebagai koreksi dan cambukan bagi seluruh elemen kepolisian Polda Papua Barat dan Polres Sorong untuk memperbaiki banyak hal guna menjaga situasi kamtibmas. 

”Insiden Moraid itu menjadi satu acuan, yang dimana jika kita menerapkan langkah secara presisi, mungkin situasi yang terjadi tidak sampai seperti kemarin. Untuk bisa menciptakan supaya masyarakat disana menerima kepolisian, tentunya bukan hanya karena ketika ada masalah. Tetapi sebelum masalah itu muncul, polisi harus benar-benar hadir diantara masyarakat sehingga mereka bisa merasakan adanya sentuhan Polri yang mana tugasnya adalah untuk menjaga situasi Kamtibmas,” jelas Kapolda.

Namun lanjut Kapolda, bahwa untuk menjaga situasi kamtibmas pun tidak cukup hanya polisi, melainkan juga harus dilakukan oleh masyarakat itu sendiri. Polisi harus memberikan gambaran bahwa masyarakat juga bisa mengamankan dirinya, mengamankan kampungnya, masyarakat harus bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri, itu yang terpenting. ”Saya tidak menyimpulkan bahwa anggota Polsek Moraid dan Sausapaor belum menyatu dengan masyarakat disana. Ini kemungkinan kita hanya melihat di hilirnya, tetapi di bagian hulunya kita tidak lihat. Yang pasti ini menjadi koreksi untuk kita semua, untuk bisa menganalisa dan mendiagnosa suatu kejadian dan bagaimana buntut permaslahan setelahnya. Kalau ada permasalahan seperti ini, berarti kita harus punya diagnosa seperti apa untuk bisa menyikapi itu,” bebernya.

Saat ini Polda Papua Barat melalui Polres Sorong masih berupaya untuk mengungkap siapa saja yang menjadi tersangka dalam insiden tersebut. Perkembangan kasusnya juga masih didalami untuk mengetahui secara rinci permasalahan yang terjadi, serta bagaimana langkah tepat untuk mengatasinya.

”Kami konsisten bahwa sesuatu hal yang berkaitan dengan penganiayaan itu juga harus kita ungkap siapa pelakunya, karena harus kita letakkan pada kontribusi yang sebenarnya. Dimana kalau memang itu ada kontribusi hukum ya tentu akan diproses demikian. Kita lihat nanti bagaimana perkembangan kasusnya karena permasalahan ini masih kami dalami untuk menentukan secara rinci tentang masalahnya, lalu kemudian mengapa melakukan aksi seperti yang lalu. Itu menjadi catatan kita untuk mengambil tindakan yang tepat nantinya,” imbuh Kapolda. Untuk recovery keadaan dan situasi kamtibmas disana, pihaknya telah melakukan penguatan personel dengan disiagakannya beberapa anggota dari Satuan Brimob. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed