oleh

88 Siswa ‘Genataluzis’ MAN IC Diwisuda

AIMAS – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Sorong mencetak generasi penerus bangsa, dengan lulusnya 88 siswa yang mengikuti prosesi wisuda MAN IC Sorong angkatan ke-3, Sabtu (5/6). Berdasarkan paparan Ketua Panitia, Bongso Karepesina, M.Pd, wisudawan tersebut merupakan peserta didik dari dua jurusan, yakni 68 orang dari jurusan IPA dan 20 orang jurusan IPS. prosesi wisuda dan pelepasan siswa kali ini dilakukan dengan dua cara, yakni online dan offline.

“Sebanyak 19 siswa mengikuti secara online atau virtual, sementara 69 sisanya mengikuti wisuda secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat selama kegiatan berlangsung. Dari 88 wisudawan, 15 diantaranya terkualifikasi menjadi lulusan terbaik dari beberapa bidang. Yakni 6 orang di bidang akademik, 3 orang bidang prestasi dan 6 orang bidang keasramaan tahfiz Al-Qur’an,” terangnya.

Kepala MAN Insan Cendekia Sorong, Ismail Z. Betawi, S.Pd mengatakan, setiap angkatan MAN IC Sorong selalu diberi nama tersendiri untuk mengenang mereka sebagai alumni. Pada angkatan ke-3 kali ini, mereka disebut sebagai angkatan Genataluzis, yang artinya ‘unik’.

“Angkatan ini dianggap unik karena begitu banyak lika-liku yang dilalui selama berproses dalam belajar setelah dihantam badai Covid-19. Namun mereka memiliki spirit yang unik sehingga tetap kokoh, tidak goyah, bahkan bisa tetap berprestasi. Maka nama Genataluzis dianggap sangat tepat untuk memberikan perwajahan bagi lulusan angkatan ke-3 ini,” ujar Ismail kepada Radar Sorong.

Angkatan Genataluzis dianggap sebagai titik sejarah dalam perjalanan pembelajaran di masa Covid-19. Karena angkatan inilah yang harus mendapatkan ujian berat menempuh pendidikan tingkat akhir dalam situasi pandemi. Namun, lanjutnya, pelepasan 88 siswa angkatan Genataluzis telah melewati berbagai prosedur dengan berbagai pertimbangan.

“Kami tetap bergerak mencari solusi terbaik untuk memajukan MAN IC Sorong yang merupakan madrasah unggulan. Tentunya proses pembangunan untuk menuju kesempurnaan MAN IC Sorong juga dilakukan dengan tidak mengesampingkan peran pimpinan daerah,” jelasnya.

Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono, S.Sos, M.Si menegaskan, MAN IC Sorong termasuk salah satu dari sekolah yang diunggulkan, tidak hanya di Sorong Raya, melainkan di Provinsi Papua Barat, bahkan Nasional. Dikatakan Wabup, bukan hal mudah bagi setiap orang untuk bersekolah di MAN IC Sorong.

“Siswa-siswi MAN IC Sorong merupakan hasil filterisasi dari peserta didik terbaik. Tidak mudah bersekolah dan menempuh pendidikan di sini. Sehingga alumni MAN IC Sorong diharapkan bisa mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan semasa di bangku sekolah untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wabup.

Wabup berharap, kedepannya MAN IC Sorong dapat dijadikan ikon madrasah unggulan dan satu-satunya kebanggaan di Papua Barat bahkan Nasional. “MAN IC hanya ada 23 di Indonesia, yang salah satunya ada di Sorong. Tentu saja kita harap ini akan jadi ikon madrasah unggulan di Papua Barat, bahkan Nasional,” pungkasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed