oleh

88 SD dan 39 SMP akan Ujian Secara Online

-Metro-264 views

SORONG-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong, Petrus Korisano, SPd, MPd kepada Radar Sorong, Rabu (3/2) mengatakan, sampai dengan akhir tahun 2020 hingga masuk tahun 2021 ini, pandemi virus Corona masih tetap naik dan berkembang di Kota Sorong, data dari tenaga medis yang disampaikan lewat tim Satgas Covid-19 Kota Sorong.

“Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 4 tahun 2020 yang lalu bahwa selama Covid-19, pembelajaran dilaksanakan melalui online maupun offline,” katanya.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Lanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Sorong belum bisa membuka sekolah untuk kegiatan belajar tatap muka di kelas antara guru dan siswa, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam edarannya menyerahkan sepenuhnya untuk daerah.

“Dalam hal ini gubernur/bupati/wali kota yang akan menentukan sekolahnya dibuka atau tidak karena dia yang tahu persis di punya masyarakatnya di daerah masing-masing. Kami di tahun 2021 masih belajar tatap muka secara online dan offline,” tegasnya.

Petrus Korisano mengatakan bahwa tidak ada lagi ujian nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah mengeluarkan keputusan bahwa tahun 2021 tidak ada lagi ujian nasional. 

“Tetapi untuk ujian sekolah atau untuk mendapatkan nilai bagi anak-anak punya isi raport ulangan kenaikan kelas maupun untuk ujian sekolah maka di kota Sorong, Kepala Dinas Pendidikan bersama pejabat dinas dan seluruh kepala sekolah bersama pengelola yayasan yang mengelola pendidikan di kota Sorong kami sudah rapat,” jelasnya.

Lanjutannya, Rapat pertama pada Tanggal 1 Februari  dengan kepala sekolah, rapat kedua pada tanggal 2 dengan pengelola Yayasan telah memutuskan bersama bahwa untuk mengisi rapor anak-anak yang naik kelas. Yaitu kalau di SD kelas 1 ke kelas 2, Kelas 2 ke kelas 3, kelas 3 ke kelas 4, kelas 4 ke kelas 5 dan kelas 6 kan ujian sedangkan untuk SMP dari kelas 7 ke kelas 8, kelas 8 ke kelas 9 ulangan dan kelas 9 tetap ujian.

“Ujian untuk sekolah SD ada 88 di kota Sorong kemudian ada 39 SMP. Jadi Kota Sorong tetap melaksanakan ujian sekolah untuk mengisi rapor dan mengisi ijazah yang mereka ikuti. Khusus untuk Kota Sorong, kami tetap melaksanakan ujian sekolah menggunakan edaran menteri dengan ujian online dan juga ujian offline. Tidak boleh tatap muka di kelas, karena masih ada bibit penyakit Covid-19,” tegasnya.

Dijelaskannya bahwa ujian online mengunakan media elektronik via WhatsApp sementara ujian offline dengan pengawasan kepala sekolah.

 “Jadi yang mengambil soal adalah orang tua dan anak yang kerjakan atau menjawab. Yang mengembalikan ke sekolah adalah orang tua. Nanti oakai jam, masalah nyontek atau tidak Itu bukan urusan kami. Kami hanya mengimbau harus melaksanakan sejujur-jujurnya,” jelasnya.

Ditegaskannya bahwa intinya anak-anak harus diberikan nilai, baik itu ulangan maupun ujian. Kemudian edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang kami tindaklanjuti karena situasi covid-19.

“Maka pemerintah, baik pusat, provinsi kabupaten/kota harus memberikan kemudahan bagi anak-anak,” tegasnya.

Diakhir wawancara, Pertus Korisano juga mengucapkan Terima kasih kepada teman-teman wartawan baik media cetak dan elektronik. “Khususnya Radar Sorong baik Direktur Radar Sorong dan wartawannya yang selalu mengekspos apa yang kami programkan, kami putuskan dan kami lakukan untuk pendidikan Kota Sorong,”pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed