oleh

80 Mobil Tangki Air Padamkan Api

Kabakaran karena Sabatose atau Korsleting ?, Syarif Nari Enggan Berspekulasi

SORONG –  Kebakaran di Toko Grosir Jawa Timur Jumat kemarin (26/2) bisa dikatakan yang terlama padamnya. Bagaimana tidak, sejak nyala api berkobar subuh sekitar pukul 04.00 WIT, nyala api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIT. Bahkan sampai pukul 18.00 WIT sore kamarin, kepulan asap masih terlihat di sekitar Ruko yang berlokasi di perempatan lampu merah Remu Selatan tersebut.

Lamanya petugas pemadam kebakaran bekerja di TKP (tempat kejadian perkara) lantaran banyaknya barang-barang yang terbakar di  gudang Toko Grosir Jawa Timur .  Seperti diakui Syarif Nari,  menurutnya, ada sekitar 9 kontainer stok barang milik Toko Jawa Timur yang baru datang, dimana sebanyak 8 kontainer sudah masuk ke gudang  Toko Jawa Timur yang terbakar tersebut.

Selain itu, stok barang dari Grosir Toko Jawa Timur cabang lainmya juga dititipkan ke gudang Toko  Jawa Timur Remu, sehingga semua barang ludes terbakar. “Jadi, 8 kontainer barang-barang sudah di kasih masuk dalam dua minggu terakhir ini,”tandasnya.

Terkait dugaan penyebab kebakaran yang bersumber dari gudang , selain dugaan sementara karena arus pendek (kosleting) muncul berbagai spekulasi yang menghubungkan kejadian yang sama  (kebakaran) yang pernah dialami Toko Jawa Timur cabang lainnya. Seperti diketahui,  Toko Jawa Timur bisa dikatakan grosir terbesar di Kota Sorong    yang memiliki beberapa  cabang  di kota hingga di Aimas dan SP  Kabupaten Sorong. 

Syarif Nari yang disebut menantu Pemilik Toko  Jawa Timur enggan berspekulasi. “Saya belum bisa mengatakan apakah penyebab kebakaran karena sabotase atau aliran listrik. Karena ketika saya dibangunkan sekitar pukul 03.55 WIT dini hari dan tiba di TKP saya sudah melihat sumber api dari gudang belakang,”jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Saat itu juga  sambung Syarif Nari yang mantan anggota DPRD Kota Sorong,  ia langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran dan mobil tangki air.  Sekitar 20 menit mobil tangki air dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Soorng sudah tiba di TKP, namun karena api yang cepat merembet sehingga menghanguskan seluruh isi toko mulai dari gudang, lantai 1 hingga lantai 3. “Mungkin PLN terlambat padam sehingga sumber api memakan aliran kabel,”ujarnya.

Diakui Syarif, sebelum kejadian tidak ada firasat apapun yang dirasakan H. Lasedi (Pemilik Toko Jawa Timur) maupun keluarga terdekat lainnya. Kejadian ini, sambung Syarif diluar dugaan manusia akan tetapi keluarga tentunya sangat merasa shock lantaran terjadi tiba-tiba dan di waktu istirahat. Menyinggung asuransi dari Bank, Syarif mengungkapkan kemungkinan pihak perbangkan sudah berkoordinasi dengan H. Lasedi namun hasil koordinasi tersebut belum Ia ketahui.

Tentang kerugian, masih simpang siur, namun sebelumnya ditaksir mencapai hingga puluhan miliar rupiah. Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Sorong, H. Ridwan Iribaram, S.Ag., MM mengatakan kurang lebih 80 tangki air dan dua unit mobil Pemadam Kebakaran milik Pemerintah Kota Sorong serta 30 personel Damkar  dikerahkan untuk memadamkan api . Dalam upaya memadamkan api di Toko Jawa Timur, Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot juga dibantu Tim Pemadam Kebakaran TNI AL dan Polres Sorong Kota. Semua berjibaku memadamkan nyala api sejak subuh hingga siang hari.

“Kami menggunakan kurang lebih 400 ribu liter air untuk memadamkan kobaran api di Toko SKT Jawa Timur ini,”ujarnya. Diakui Ridwan selama memadamkan kobaran api, tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi oleh personelnya hanya saja gedung yang tinggi sehingga sulit dijangkau untuk memadamkan api yang berada di lantai tiga. Kemudian, pintu gudang belakang pun sempat sulit dibuka.

“Beruntung sekitar pukul 11.30 WIT pintu berhasil dibuka sehingga api bisa dipadamkan. Kami juga dibantu oleh mobil dan Tim Pemadam Kebakaran TNI Angkatan Laut, TNI AD dan Water Canon milik Polres Sorong Kota dan saya berterima kasih atas kerjasamanya,”paparnya.

Kondisi toko saat ini, sambung Ridwan api sudah dapat dipadamkan dan hanya menyisahkan asap dan sampah karena semua barang terbakar habis. “Nanti kami selesai padamkan, kemudian dari pihak polisi yang akan melakukan pemeriksaan selanjutnya,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed