oleh

8 Mahasiswa Tersangka Rusuh Wamena, Kapolda Prihatin

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol.  Paulus Waterpauw mengaku prihatin  atas keterlibatan 8 mahasiswa  yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka,  dalam  insiden  rusuh Wamena 23 September lalu. Sebab, sebagai mahasiswa mereka tidak sepatutnya melakukan hal tersebut.   “Yang membuat kami prihain,  dari 19 tersangka itu delapan orangnya merupakan mahasiswa, yang  kami sedang dipilahkan  status mahasiswanya seperti apa, apakah dia betul mahasiswa atau sebagai bekas mahasiswa, atau sebagai drop out. Saat ini anggota saya sedang kerjakan, sebab mereka melakukan hal yang sangat tidak manusiawi,” kata Paulus Waterpauw kepada wartawan di Mapolda Papua, Rabu (23/10).

Pihaknya lanjut Kapolda, akan berupaya keras mengungkap aktor kerusuhan Wamena mengingat kejadian itu tidak normative. Diduga, kegiatan tersebut sudah dirancang sehingga akhirnya menyebabkan terjadinya rusuh. “Kami akan terus mengugkap pihak-pihak yang ikut merencakan atau merancang aksi itu. Kalau dilihat aksi normative ada priodesasi, hari ini demonstrasi, hari ini rusuh kecil berikutnya meningkat, tapi ini serempak dan bersama-sama sehingga dapat disimpulkan ini sudah dirancang,” jelasnya.

Kapolda mengaku prihatin dengan aksi kerusuhan lantaran tindakan saat kejadian cukup keras dan tidak manusiawi, sehingga pihaknya akan mengusut tuntas kasus kerusuhan tersebut. Selain itu, pihaknya juga fokus melakukan pemulihan serta jaminan keamanan.  Jenderal asli Papua yang telah dua kali menjabat Kapolda Papua ini berprinsip, menegakkan hukum terhadap para pelaku di Wamena. “Prinsip penegakan hukum harus kita lakukan. Siapa, dimana dan berbuat apa, harus bertanggung jawab,” tegas Waterpauw.

Diketahui, aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena 23 September lalu berujung rusuh. 33 orang meninggal dunia dan 70-an warga luka-luka dalam kerusuhan di wilayah tersebut. Unjuk rasa anakris diduga dipicu perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena. Sementara Polda Papua mengklaim telah mengkonfirmasi bahwa isu tersebut tidak benar atau hoaks. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed