oleh

70 Perguruan Tinggi Dukung Program Kampus Merdeka

AIMAS – Sebanyak 70 Perguruan Tinggi (PT) Negeri maupun swasta se-Tanah Papua ikut berpartisipasi dalam giat bimbingan teknis (bimtek) pengembangan kurikulum pendidikan tinggi abad ke-21 yang diselenggarakan di Kampus Unimuda Sorong, Kamis (17/6). Giat bimtek ini merupakan program Kampus Merdeka yang juga merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kampus Unimuda Sorong dipilih sebagai tempat dilaksanakannya giat tersebut karena pakar pengembangan kurikulum program kampus merdeka ada di Unimuda Sorong. Para pakar tersebut juga telah mengikuti training of trainer (ToT) yang diselenggarakan oleh Dikti beberapa bulan lalu. Berdasarkan hal tersebut maka dalam giat bimtek, para pakar tersebut juga berpartisipasi untuk memberikan materi kepada peserta.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Para pakar tersebut ikut memberikan materi baik secara daring kepada peserta bimtek diluar Sorong Raya, serta secara luring bagi peserta yang ada di Sorong Raya, khususnya Unimuda Sorong.  Saat ini lebih dari 20 peserta telah berpartisipasi dalam giat bimtek kali tersebut,” jelas Rektor Unimuda Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si.

Dijelaskan Rektor, sasaran giat bimtek tersebut sebenarnya sangat mencakup beberapa tujuan. Seperti mengarah kepada pada pembukaan prodi baru serta kurikulum yang link and match antara dunia usaha dengan dunia industri. Kemudian juga ada hibah link dengan dunia industri dan usaha yang juga difasilitasi oleh kementrian.

Selain itu, bimtek ini juga menyasar agar mahasiswa bisa mengambil mata kuliah maksimal selama 3 semester di luar prodi yang ada di perguruan tinggi maupun di luar prodi, di luar perguruan tinggi. Kemudian juga diizinkannya mengkonversi beberapa kegiatan menjadi mata kuliah tertentu yang relevan.

“Contohnya kalau mahasiswa mengajar di kampung itu bisa dikonversi dengan mata kuliah. Atau mahasiswa membuat proyek-proyek pemberdayaan di kampung, itu juga didanai oleh kementerian. Dan kami sudah banyak mengakses dana  pada program kampus merdeka merdeka belajar. Yang terakhir kemarin ada kompetisi kampus merdeka,” bebernya.

Diantara hibah yang ada, lanjutnya, yang termasuk hibah paling bergengsi di kementerian adalah program kompetisi kampus merdeka. Karena bersifat multi years, selama minimal 3 tahun. Selain itu dananya juga cukup fantastis hingga mencapai sekitar Rp 1,8 triliun untuk dua prodi.

“Kami juga mendapatkan program hibah, yaitu pendampingan bagi SMA Pusat Keunggulan (PK). Kami adalah satu-satunya di Papua dan Papua Barat yang masuk dalam SK, dan diberikan amanah untuk mendampingi SMA PK.

Unimuda juga menyiapkan program tersebut untuk bisa linier dengan dunia kerja. Oleh karenanya Unimuda melakukan perubahan-perubahan pada kurikulum merdeka belajar kampus merdeka. Kurikulum tersebut disesuaikan dengan kebutuhan SDM pada dunia industri saat ini, dengan harapan dapat mencetak lulusan yang mengacu terhadap kurikulum yang tepat dan sesuai kebutuhan. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed