oleh

65 Persen Perceraian Akibat Masalah Ekonomi

-Metro-39 views

Kasus perceraian di wilayah Sorong Raya hingga 14 Sepember 2020 berjumlah 185 perkara. Meskipun terbilang rendah bila dibandingkan September 2019 yang berjumlah 237 perkara. Namun, nyatanya tetap masih ada kasus perceraian di wilayah Sorong Raya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dari 185 perkara perceraian di Sorong Raya, rata-rata atau 65 persen diakibatkan masalah perekonomian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 20 persen dan akibat dari perselingkuhan 15 persen.

Kepala Pengadilan Agama Sorong, H. M. Aghfar Mustaddad,S.H mengungkapkan, dari 65 persen perceraian diakibatkan karena masalah ekonomi,  dimana 15 persenya berdasarkan tuntutan yang diajukan pihak suami karena istri yang mengeluhkan kurangnya jatah bulanan yang diberikan. Sementara itu, 50 persen adalah dari pihak perempuan.

“Tapi permasalahan ekonomi ini bisa diakibatkan dari hal lain, misalkan suami selingkuh atau bermain judi sehingga uangnya digunakan untuk selingkuhan atau perjudian dan tidak berikan uang kepada keluarganya, jadi bukan karena ekonomi murni,”jelasnya kepada Radar Sorong.

Sementara itu, dari 185 perkara perceraian diantaranya sekitar 15 perkara dari TNI/Polri dan PNS, sedangkan sisanya berasal dari karyawan swasta

Tingginya, kasus perceraian di wilayah Sorong Raya ini adalah Kota Sorong sebanyak 40 persen kemudian Kabupaten Sorong 40 persen sisanya sebanyak 10 persen terbagi di beberapa wilayah se- Sorong Raya. (Juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed