oleh

63 Tahanan Lapas Dititipkan di Polres

-Metro-274 views

SORONG-Lebih dari 80 persen tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sorong telah menjalani rapid test, sejak tanggal 23 April 2020. Tahanan yang belum melakukan rapid test, dikarenakan waktu pelaksanaannya telah memasuki bulan ramadan, dimana ada yang meyakini untuk tidak mengeluarkan darah ketika berpuasa. 

“Seluruh tahanan kita wajibkan, tapi berkenaan dengan ramadhan hanya ada 80 persen lebih yang ikut, yang muslim ada yang berkeyakinan tidak boleh mengeluarkan darah, jadi tidak ikut rapid test, tapi ada juga sebagian yang ikut. Kami tidak berhak juga untuk memaksakan,” jelas Kalapas Kelas II B Sorong, Nunus Ananto. 

Ditengah keterbatasan, dijelaskan Nunus, Lapas Sorong terus berupaya untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang sebelumnya, mulai dari protap kesehatan dengan penyemprotan disinfektan yang dilakukan setiap 3 hari sekali, penggunaan masker, cuci tangan dan lainnya. 

“Kami juga terus melakukan sosialisasi terkait Covid-19 ini, baik dari tenaga kesehatan langsung maupun dari kami pihak Lapas,” katanya. 

Selain itu, untuk sementara waktu, sesuai dengan arahan dari Kemenkumham, Lapas Sorong tidak lagi menerima penambahan tahanan, baik itu limpahan maupun putusan. Saat ini sudah 63 tahanan yang masih dititipkan dibeberapa Polres. 

“Ada 63 tahanan yang masih dititipkan di Polres, tapi seluruh biaya makan ditanggung oleh Lapas Sorong,” terangnya. 

Dijelaskannya, Para tahanan yang menjalani ibadah puasa, juga telah dipisahkan untuk mempermudah dalam pembagian makanan, baik sahur dan berbuka maupun makan siang bagi yang tidak berpuasa. Hal tersebut untuk menciptakan ketenangan dan rasa saling menghormati saat pelaksanaan ibadah puasa. 

Lanjutnya, Untuk pelaksanaan Salat Tarawih sendiri, dijelaskan Kalapas Sorong, masih tetap dijalani, karena masih berada dalam satu lingkup yang steril. Adapun penceramah dari luar tidak didatangkan oleh Lapas Sorong. “Salat Tarawih, masih dijalankan, karena memungkinkan, tapi tidak mengundang penceramah dari luar,” pungkasnya.(nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed