oleh

6 – 17 Mei, Pelayaran Mudik dan Wisata R4 Ditiadakan

-Metro-463 views

**Kapal Pelayaran Terbatas Tetap Memberikan Pelayanan

WAISAI- Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Raja Ampat, Anggiat P. Marpaung, SE menyatakan, mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang diberlakukan peniadaan aktivitas mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Ini dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Ramadan  khususnya dipelabuhan Waisai, Raja Ampat (R4).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Hal tersebut menindaklanjuti surat edaran satuan tugas penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Sekaligus, Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) melalui surat edarannya Nomor SE 13 Tahun 2021 perpanjangan pemberlakuan petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dari luar negeri dengan transportasi laut dalam masa pandemi Covid-19.

Menanggapi hal itu, pihaknya telah melaksanakan rapat  pengendalian transportasi laut selama masa peniadaan mudik khususnya di Pelabuhan Waisai Raja Ampat yang melibatkan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Raja Ampat, kementerian kelembagaan, seluruh perusahaan pelayaran penumpang, pengurus TKBM, TNI – AD/AL dan Polri yang berlangsung belum lama ini di lantai 2 Gedung Aula Kantor UPP Kelas II Raja Ampat.

“Jadi, rapat ketika itu, bertujuan mengajak sejumlah instansi-instasi terkait bersinergi untuk menyukseskan surat edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik dalam masa Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Sekaligus, upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Ramadan ini,”jelas Kepala KUPP Kelas II Raja Ampat Marpaung kepada Radar Sorong di ruang kerjanya.

Dikatakannya, sehubungan dengan surat edaran itu, pihaknya (KUPP) dengan tegas meminta, agar seluruh kapal penyedia jasa pelayaran pariwisata bisa membuat perencanaan untuk tidak menerima orderan melayani pada masa peniadaan mudik dari tanggal yang ditetapkan tersebut (6-17 Mei). Namun, sambung Marpaung, untuk kebutuhan masyarakat, kapal-kapal pelayaran terbatas tetap dilayani semisalnya kapal penumpang milik PT Belibis dan PT Fajar. Dikarenakan, kapal-kapal penumpang ini tetap diperlukan untuk melayani sebagian besar para pekerja yang berdomisili di wilayah Raja Ampat dan masih tinggal di Kota Sorong. Sehingga, tetap dilayani, artinya   kapal pelayaran terbatas yang melayani transportasi rutin, terbatas dari daerah suatu kecamatan, kabupaten, dan provinsi sesuai ketentuan persyaratan pelayanan antar pulau atau pelabuhan, wilayah suatu kecamatan.

“Jadi, tetap kami layani karena itu pengecualiannya, tetapi ketika ada kapal yang masuk ke sini mengangkut kebutuhan pengembalian tenaga kerja, logistik berupa bapok untuk kebutuhan dalam masa bulan suci Ramadan hingga hari raya idul Fitri nanti akan tetap dilayani. Maka, selain yang dilayani kapal pelayaran terbatas, juga, kapal-kapal yang dilengkapi dokumen pendukung dan bisa dipertanggungjawabkan akan dilayani dan diberangkatkan termasuk kapal perintis. Sedangkan, kapal khusus Pariwisata selama tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 kita tidak layani termasuk untuk mudik,”ujarnya.

“Hal itu berdasarkan surat edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Dimana, definisi pelaku perjalanan adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir dengan tujuan mudik atau wisata. Maka, tidak bisa dilayani selama peniadaan mudik sejak 6-7 Mei 2021. Tapi setelah itu bisa,”imbuhnya

Marpaung menambahkan, langkah-langkah secara teknis memastikan pengawasan tersebut pihaknya akan tetap membentuk posko pengendalian transportasi laut pelabuhan Raja Ampat.”Kalau dulukan, kita bentuk posko angkutan lebaran, nah, untuk tahun ini dengan adanya program Pemerintah Pusat dalam rangka mencegah penularan Covid-19 ini. Maka bersama sejumlah stakeholder terkait akan membentuk posko pengendalian transportasi laut dengan tugas memastikan warga yang berangkat itu bukan mudik. Tapi hanya bekerja, pulang ke rumah setelah bekerja, kalau yang masih tinggal di Sorong. Termasuk, melayani kapal mengangkut logistik. Itulah tugas dari pada posko pengendalian yang dibentuk,”tandasnya. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed