oleh

5 Penyelundup Senpi Ditangkap di Nabire

JAYAPURA – Tim Gabungan Polri-TNI berhasil menggagalkan penyelundupan senjata dan amunisi ke Nabire. Sebanyak lima orang ditangkap dua hari terakhir.  Wakapolda Papua, Brigjen Pol Mathius D.  Fakhiri,S.IK yang dikonfirmasi di Jayapura, Jumat  (26/2) membenarkan penangkapan lima orang terduga penyelundup senpi dan amunisi di Nabire. 

Ia mengungkapkan, lima orang ini masuk dalam jaringan penjualan senjata dan amunisi dari Makassar, Sulawesi Selatan. Pihak kepolisian di Nabire dan Makassar tengah menyelidiki pasokan senjata dan amunisi dari jaringan tersebut. 

Awalnya, pihak kepolisian dan TNI menangkap empat pelaku yang terlibat kasus penjualan amunisi dan senjata api pada Selasa (22/2) di salah satu lokasi di Nabire, kemudian tim kembali menangkap salah seorang pelaku pada Rabu (23/2).  Barang bukti yang diamankan terdiri dari dua pucuk senjata jenis air softgun, 10 butir amunisi kaliber 7,62 milimeter, 12 butir amunisi 5,56 milimeter dan enam butir amunisi air softgun dan lima tabung gas untuk senjata air softgun.  

“Diduga ada seorang mantan anggota TNI yang terlibat dalam kasus penjualan senjata dan amunisi dari jaringan Makassar, dia telah dipecat dari satuannya,” kata Fakhiri.  Ia menambahkan, kepolisian akan lebih fokus pengawasan di wilayah perairan. Sebab, para pelaku lebih dominan membawa senjata dan amunisi melaui lautan.

Sementara itu, Danrem 173/PVB Brigjen Iwan Setiawan yang dihubungi mengakui pihaknya turut terlibat bersama Polri dalam penangkapan pelaku yang terlibat penjualan senjata dan amunisi di Nabire.  ”Kami turut bersinergi dengan pihak kepolisian untuk mencegah masuknya senjata dan amunisi bagi kelompok kriminal bersenjata. Kami akan meningkatkan pengawasan di setiap pintu masuk wilayah teritorial Korem 173,” tutur Iwan. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed