oleh

44.000 Pekerja di Papua Barat Terima Subsidi Gaji

Sebanyak 44.000 pekerja penerima upah di bawah Rp5 juta di Provinsi Papua Barat telah menerima bantuan subsidi gaji dari pemerintah pusat. Ini merupakan salah satu program pemulihan ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Papua Barat, Mintje Wattu kepada wartawan menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan ditugaskan untuk mendata peserta dan rekening, memastikan bahwa pekerja merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan bergaji di bawah Rp5 juta. 

‘’Data penerima upah dengan gaji di bawah Rp 5 juta kami kirim ke pusat untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp2,4 juta/orang dibayar dalam 2 tahap. Sampai saat ini sudah sebanyal 44 ribu pekerja di Papua Barat yang menerima bantuan subsidi gaji,” ujarnya saat ditemui di kantor gubernur.

Mintje Wattu mengatakan, ada pekerja yang dilaporkan ke pusat tidak mendapatkan bantuan subsidi karena berbagai kendala seperti nomor rekening milik istri atau anak, selain itu juga sudah mendapatkan bantuan pemerintah yang lain. ‘’Jadi, memang ini diseleksi di pusat. Yang benar-benar murni, itu yang dikasi oleh kementerian,’’ jelas Mintje Wattu.

Dia mengatakan, program bantuan subsidi gaji ini bakal diperpanjang di tahun 2021. Dia meminta kepada para pengusaha untuk tertib  mendaftarkan seluruh pekerjaan dan melaporkan iuran BPJS Ketenagakerjaan sehingga para karyawan bisa diusulkan mendapatkan bantuan subsidi gaji. 

‘’Ini rencana pemerintah ya, bantuan subsidi ini akan diperpanjang sampai tahun 2021. BPJS Ketenagakerjaan  hanya membantu untuk memberikan data. Makanya kami harap para pengusaha untuk tertib melaporkan iuran dan mendaftarkan semua pekerja supaya bisa diusulkan mendapatkan bantuan di tahap berikutnya,’’ tandasnya.

Sementara itu, Pemprov Papua Barat mendapatkan penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan atas prestasi kepedulian pemerintah dalam melindungi para pekerja. Atas prestasi terbaik ketiga se-Indonesia ini, Papua Barat meraih hadiah mobil Inova yang diserahkan bertepatan dengan peringatan HUT Prov Papua Barat, 12 Oktober lalu.

Mintje Wattu mengatakan, sekitar 80 pekerja penerima upah dan 20 persen bukan penerima upah di Papua Barat telah terlindungi dalam BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Hal ini dianggap Papua Barat konsen dalam perlindungan tenaga kerja sehingga mendapatkan reward,’ tambahnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed