oleh

4 WNA China Ditangkap TNI

-Manokwari-500 views
Sita Rp 10 Juta, Dolar AS, Dolar Singapura dan Dolar Hongkong

MANOKWARI-Anggota Detasemen Intelejen (Denintel) Kodam XVIII/Kasuari menangkap 4 WNA (Warga Negara Asing) asal China atas dugaan melakukan penambangan emas secara illegal di Kampung Pubuan Distrik Kebar Kabupaten Tambrauw. Penangkapan 4 WNA ini tak terencana, pasalnya saat itu anggota Deninteldam XVIII/Kasuasi sedang melakukan pengamatan atau mengantisipasi kegiatan peringatan 1 Desember di daerah yang dianggap rawan.

Ketika sedang menyisir tempat yang dianggap rawan kegiatan separatis, prajurit Deninteldam yang dipimpin Letnan Dua (Letda) Yabes Hehuda Rumayomi, menemukan jejak dan sisa makanan di pinggir hutan. Anggota Deninteldam kemudian melakukan pengembangan, berjalan kaki sejauh 8 Km ke dalam hutan, mereka menemukan kegiatan yang mencurigakan.

Kegiatan mencurigakan ini dilaporkan ke Komandan Intel Kodam dan diteruskan ke Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau. Hingga akhirnya prajurit Deninteldam menangkap 4 WNA di lokasi penambangan emas ilegal pada Sabtu (30/11) sekitar pukul 18.00 WIT. Atas perintah atasan, 4 WNA tersebut selanjutnya dibawa ke Makodam. Mereka kemudian diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari.

Petugas Kantor Imigrasi Manokwari yang dikoordinir  Kasi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Abdullah,SH melakukan pemeriksaan terhadap ke-4 WNA China. Selama pemeriksaan, mereka didampingi seorang peterjemah. 4 WNA yang ditangkap dan diproses yakni Zang Jiayan kelahiran Fujian 31 Agustus 1975 (44 tahun) nomor pasport EB9437524 (DPO), Lin Zhemdu, Fujian 13 Agustus 1975 no paspor EG8667525,  Su Siyi, Fujian, 26 Januari 1977 nomor paspor EG1488682 dan Zhihui, Fujian, 18 Agustus 1975 nomor paspor G51558270.

“Bahwa keempat WNA tersebut diamankan oleh anggota dari Kodam XVII Kasuari dari tempat penambangan emas illegal di Kampung Pubuan Distrik Kebar Kabupaten Tambrauw, kemudian diserahkan kepada Kantor Imigrasi Manokwari,” tutur Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua Barat, Senin (2/12).

Selain mengamankan 4 WNA, anggota Deninteldam juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang Rp 10.186.000, 34 dolar Singapura, 34 dolar Amerika, 30 dolar Hongkong, 18 ringgit, 5 handytalkie (HT), 8 handphone, 1 telepon satelit, 1 timbangan digital, dompet dan 2 charger HT. Semua barang bukti yang disita, turut diserahkan ke Kantor Imigrasi Manokwari.

Kepala Kantor  Imigrasi Kelas II Non TPI Manokwari Bugie Kurniawan pada konferensi pers, Senin (2/12) mengatakan, salah satu WNA China Zang Jiayan alias Chang, merupakan DPO (daftar pencarian orang) Direkrimsus Polda Papua Barat dengan kasus yang sama pada Desember 2017 lalu. Bugie Kurniawan menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Papua Barat terkait penangkapan DPO China Zang Jiayan alis Chang. Pihak Imigrasi telah melakukan pendalaman terhadap 4 WNA dan tak dapat menunjukan dokumen perjalanan berupa passport dan izin tinggalnya.

Kantor Imigasi Manokwari dalam waktu dekat akan menyerahkan DPO China Zang Jiayan alias Chang ke Polda Papua Barat. Sedangkan 3 WNA lainnya, Lin Zhemdu, Su Siyi dan Zhihui akan diserahkan ke Kantor Imigasi Kelas II TPI Sorong, karena lokasi penangkapan di Distrik Kebar Tambrauw merupakan wilayah kerja Kantor Imigasi Sorong.

Penangkapan 4 WNA China ini membuktikan aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Kebar masih terus berlangsung, padahal pada Desember 2017 pernah diamankan puluhan penambang beberapa diantaranya WNA China. Mereka ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana Penambangan Tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed