oleh

4 Penyelam Diterjunkan, Pencarian Masih Nihil

SORONG – Operasi pencarian hari ketiga terhadap salah satu ABK KM ­Tanete 02, Takbir (23) yang jatuh dan hilang di perairan Pulau Dua Misool, Raja Ampat, pada Jumat (12/3) lalu, hingga kini belum membuahkan hasil. Minggu (14/3), SAR menerjunkan sebanyak 4 orang  untuk melakukan penyelaman di titik jatuhnya korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Sorong, Mochammad Arifin menuturkan bahwa tim melakukan penyelaman pada kedalaman antara 40-50 meter dengan kemampuan visibility atau jarak pandang horizontal sejauh 2-3 meter. Tim juga melakukan pencarian dengan penyisiran di permukaan menggunakan perahu karet. Areal penyisiran ditempuh dalam jarak sejauh 5-6 nautical mile dari titik diduga jatuhnya korban.

“Semakin hari areal pencarian semakin diperluas untuk menjaga kemungkinan korban terbawa arus, sehingga circle dalam operasi pencarian terus diperluas. Hari ini penyisiran di permukaan antara 5-6 nautical mile dan penyelaman di kedalaman 40-50 meter, namun masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” jelas Arifin saat dikonfirmasi Radar Sorong.

Tim SAR masih tetap akan melanjutkan operasi pencarian dengan metode yang sama, yakni dengan penyisiran di permukaan dengan menggunakan kapal karet sejauh 10 nautical mile, menggunakan Kapal SAR RB 221 yang bergerak memutar sejauh 5 nautical mile dari titik jatuhnya korban, serta penyelaman pada titik diduga jatuhnya korban.

Dikatakannya, selama operasi pencarian tak ada kendala berarti selain karena factor alam yang kurang bersahabat serta kondisi arus di bawah air yang lumayan kuat. Pelaksanaan operasi pencarian akan berlangsung selama 7 hari. Bila dalam 7 hari tim tidak mendapatkan tanda-tanda maka akan diusulkan untuk mengakhiri operasi pencarian tersebut. “Kekuatan di kantor SAR Sorong sudah agak berkurang karena 7 rescuer sudah dilibatkan dalam operasi pencarian tersebut. Sesuai SOP, pencarian ini akan berlangsung selama 7 hari, apabila dalam 7 hari tersebut belum ditemukan tanda-tanda maka kami usulkan ditutup,” jelasnya.

Ditambahkan Arifin, masih ada kemungkinan korban untuk ditemukan dalam keadaan selamat meskipun hanya kecil kemungkinan. Namun pihaknya tak ingin menutup kemungkinan sekecil apapun itu, yang jelas apapun dan bagaimanapun kondisi korban saat ditemukan nanti, pihaknya tetap akan membantu proses evakuasi. “Informasi dari rekan ABK di KM Tanete 02, diketahui korban memang jatuh ke dalam air dan langsung tak terlihat lagi. Kemungkinan korban selamat, masih ada, tetapi persentasenya kecil, apalagi factor arus di bawah laut ini agak lumayan. Jadi kalau korban berhasil kami temukan dalam kondisi apapun, maka tetap akan kami evakuasi,” lanjutnya.

Untuk meminimalisir kecelakaan selama pelayaran, Arifin mengimbau kepada seluruh pengguna jasa pelayaran, termasuk nelayan lebih memperhatikan keselamatan pelayaran terlebih lagi dalam masa pancaroba. “Saya harap safety first selama pelayaran dapat lebih diperhatikan lagi apalagi sekarang kita masih berada di musim La Nina. Segala kemungkinan kecelakaan dalam pelayaran bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, sehingga kesiapan dalam pencegahan harus menjadi perhatian penting,” imbaunya.

Untuk diketahui, saat ini, selain kapal SAR yang dilibatkan dalam operasi pencarian, KM Tanete 02 juga masih standby di lokasi untuk mendapatkan informasi terkini terkait perkembangan proses pencarian korban. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed