oleh

340 Tiket KM Dobonsolo Ludes Terjual

-Ekonomi-169 views

SORONG – Berminggu-minggu lamanya tak melayani penjualan tiket bagi penumpang komersil, kini PT Pelni Cabang Sorong akhirnya kembali menjual tiket. Hal ini disambut antusias oleh masyarakat Kota Sorong. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 340 tiket KM. Dobonsolo yang baru berangkat kemarin pagi (red, kemarin) ludes tak tersisa.
Kepala PT Pelni Cabang Sorong, Marthin Heryanto mengatakan, untuk saat ini pembelian tiket hanya bisa dilakukan di loket resmi PT Pelni cabang Sorong. Sementara pembelian tiket melalui aplikasi online atau travel agent masih belum bisa dilakukan.
“Untuk agen kita memang masih belum buka karena masih banyak dokumen yang perlu dilengkapi tiap penumpang, baik bukti rapid maupun surat izin dari Walikota Sorong, kemudian harus ada surat mutasi dari instansi jika perjalanan penumpang adalah untuk urusan kerja. Bukan kita tidak percaya kepada travel agent tetapi takutnya persyaratan dan dokumen tersebut terabaikan. Jadi kita fokuskan ke loket semua agar monitoring bisa terpusat di kantor,” jelas Kacab Pelni saat berbincang di ruang kerjanya, Kamis (18/6)
Pelayanan di loket baru dibuka tiga hari sebelum jadwal kedatangan kapal. Sebab hasil rapid tes hanya berlaku sampai tiga hari. “Mau tidak mau kita baru bisa buka loket itu 3 hari sebelum kedatangan kapal. Jadi supaya ketika saat kapal tiba keterangan rapid nya masih berlaku,” bebernya.
Lebih lanjut dijelaskannya, PT Pelni hanya menjual tiket sebanyak 50% dari total kapasitas atau daya angkut kapal. Dari 50% kapasitas yang disediakan, nantinya akan dibagi lagi kuotanya sehingga tiap pelabuhan bisa melayani penjualan tiket. Mekanismenya, diatur langsung dari PT Pelni Pusat
“Dari total kapasitas 50% tidak semua penumpang diangkut dari Sorong tetapi harus berbagi dengan pelabuhan lain. Untuk hal tersebut teknisnya dilakukan langsung oleh Pusat sekaligus dengan pembagian kuotanya,” terangnya.
Dikarena keterbatasan tiket akibat pemberlakuan physical distancing di kapal, Kacab Pelni menghimbau agar calon penumpang merencanakan jadwal keberangkatan jauh hari sebelumnya. “Kemudian karena kapal kita steril, ABK juga steril, saya harap calon penumpang juga melakukan hal yang sama. Kemudian calon penumpang juga harus sering-sering memonitor perkembangan informasi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed