oleh

34 TPS di Distrik Kaimana Terancam PSU

KAIMANA – Tim pemenangan pasangan calon Rita Teurupun dan Leonardo Syakema (Risma), secara resmi telah melaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Distrik Kaimana, tentang dugaan pelanggaran pada saat pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Kaimana, 9 Desember 2020.
Tim pemenangan Risma melaporkan 34 TPS di wilayah Distrik Kaimana, meliputi wilayah Kaimana Kota hingga ke Kampung Coa terindikasi adanya pelanggaran Pemilu. Namun Panwaslu Distrik Kaimana masih terus melakukan pengkajian atas laporan yang disampaikan langsung oleh Ketua Tim Pemenangan Risma Anwar Kamakaula.

“34 TPS yang diusulkan untuk dilakukan PSU, tapi kita belum bisa putuskan apakah akan dilakukan PSU atau tidak, karena kami perlu melakukan kajian. Untuk sementara kami masih mendalami, persoalannya seperti apa selanjutnya akan kita sesuaikan dengan regulasi yang ada apakah bisa berpotensi PSU atau tidak,” jelas Ketua Panwaslu Distrik Kaimana Yason Wariensi kepada sejumlah wartawan di gedung Rehobot Kaimana, Jumat (11/12).

Menurut Yason laporan dibuat oleh tim pemenangan Risma, berdasarkan temuan oleh tim pemenangan melalui saksi-saksi saat pelaksanaan pencoblosan. Selain itu menurutnya, keberatan sudah disampaikan oleh saksi dari tim Risma dengan mengajukan form keberatan.
“Jadi kita bisa selesaikan di tingkat distrik, kalau memang tidak bisa (selesaikan) kita akan rekomendasikan ke Bawaslu kabupaten Kaimana pada saat pleno. Pelapor juga menyertakan bukti dokumentasi saat membuat laporan, serta kronologi kejadian,” ujarnya.
Dikatakan Yason pihaknya hanya mempunyai waktu untuk memutuskan, apakah PSU atau tidak sampai dengan Jumat (11/12) pukul 23.59 WIT. Dirinya juga mengatakan, jika nantinya hasil kajian tidak bisa dilaksanakan PSU maka akan direkomendasikan untuk diselesaikan secara pidana.
“Kalau memang tidak bisa PSU, akan dilanjutkan ke pidana,” katanya. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed