oleh

32 Rumah-Kios Terbakar, 1 Tewas

Ricuh Dogiyai, 2 Anggota TNI Terluka

JAYAPURA – Sedikitnya 13 rumah dan 19 kios  terbakar dalam insiden kericuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai. Selain itu, seorang warga juga meninggal dunia, dan dua orang anggota TNI mengalami luka dalam kejadian di Distrik Kamuu Kompleks Kabupaten Dogiyai.

Kejadian berawal saat Satgas Paskhas Pos Moanemani mendapat laporan dari masyarakat bahwa adanya sekelompok orang yang mabuk miras di Runway Bandara Moanemani. Lima personel Satgas Paskhas yang dipimpin Serka Wartono kemudian melakukan peneguran terhadap masyarakat yang mabuk tersebut untuk keluar Runway Bandara melalui jalan setapak. 

Saat personel Satgas Paskkas keluar dari dalam runway, terdapat sekumpulan masyarakat sekitar 20 orang dengan membawa panah, parang dan batu. Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok 5 personel Satgas Paskhas. Personel Satgas Paskhas pun memberikan tembakan peringatan.

Merasa tidak terima ditegur, sekelompok warga tersebut melakukan perlawanan dan sekitar 20 orang lagi ikut menyerang dengan parang dan kapak karena diprovokasi. Dari aksi tersebut, terdapat dua korban dari personel Paskhas, yang kemudian dievakuasi menuju unit pelayanan RSUD, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai menggunakan mobil ambulans Bandara Moanemani.

Di  tempat dan lokasi yang berbeda, massa berkumpul di Kampung Ekimanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. Massa kemudian melakukan pembakaran bengkel dan warung bakso milik Iwan, warga  di Kampung Ekimanida. Kejadian tersebut memaksa warga pendatang mengungsi ke pos-pos aparat keamanan di wilayah Kabupaten Dogiyai. Massa kemudian membakar bangunan dan rumah-rumah milik warga pendatang di Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai. Massa kemudian melakukan pembakaran di Kampung Ikabo serta melakukan penjarahan terhadap isi toko dan bangunan. 

Kejadian kericuhan di beberapa tempat di Kabupaten Dogiyai ini mengakibatkan seorang warga bernama Hendrik Simatupang tewas terbakar di dalam kios miliknya. Selain itu, juga mengakibatkan beberapa korban luka diantaranya anggota TNI Didik Prayudi (Terkena pukulan menggunakan batu di bagian kepala dan leher) dan  Atok Tri Utomo (terkena parang), serta  Ester Paruka (Mengalami luka panah pada bagian bawah ketiak kiri). Personel Polsek Kamuu dipimpin Kapolsek  Iptu Mikael Ayomi tiba di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai guna melaksanakan evakuasi jenazah.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal,SH mengatakan personil gabungan Polsek Kamuu dan Polres Nabire terus melakukan patroli di seputaran kota untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan.  “Untuk situasi saat ini di Kabupaten Dogiyai sudah kembali aman dan kondusif,” kata Kamal. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed