oleh

3 Tingkatan Orang Berpuasa

-Metro-24 views

SORONG – Panitia HUT ke-22 Ikaswara (Ikatan Keluarga Sunda Jawa Madura) Kota Sorong untuk yang ketiga kalinya mengadakan kegiatan Buka Puasa Bersama. Kemarin (2/5) sore buka puasa bersama digelar di Masjid Baitul Hajar Jl. Kofiau, belakang Yapis Kampung Baru. 

  Dalam kegiatan tersebut Ikaswara membagikan sekitar 360 nasi kotak sumbangan dari Warga Purwodadi, Bojonegoro, Lamongan, Permajatim, Solo, Pemalang-Tegal, Jafaipan, Ikamawas, Masjid At Taubah, Toko Pangestu.

  Ketua BKM Baitul Hajar, Lely Suroso mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum Ikaswara dan jajarannya yang mengadakan kegiatan buka puasa bersama di Masjid Baitul Hajar.”Semoga dengan kegiatan ini dapat memotivasi warga kami,” ujarnya.

  Sementara itu, Ketua Umum Ikaswara, Tupono, mengatakan bahwa  Ikaswara sudah berumur 22 tahun. Dengan umur 22 tahun itu tentunya kita juga harus berperilaku yang dewasa.

  Masjid ini lagi dibangun,  sama dengan Ikaswara lagi membangun sekretariat dan pendopo.”Mari kita sisihkan rejeki kita untuk membantu pembangunan sekretariat Ikaswara atau membantu pembangunan Masjid Baitul Hajar. “Minggu depan kita mengadakan kegiatan pembagian sembako untuk kaum dhuafa khususnya warga Ikaswara dan warga sekitar sekretariat, ” terangnya.

  Dikatakannya, pembangunan sekretariat  baru mencapai 70 persen. “Semoga akhir tahun selesai semua. Nanti semua aktivitas dipusatkan di Sekretariat Ikaswara,” harapnya.

  Sementara itu, Ir.H.Syamsul Arifuddin dalam tausyiahnya antara lain menyampaikan, tidak terasa kemarin sudah puasa ke 20 hari. Dijelaskan bahwa pesan Imam Al Ghazali  dalam buku Ihya Ulumuddin dimana  Orang puasa dibagi 3 tingkatan. Yang pertama shaumul umum, kedua shaumul khusus. Dan ketiga shaumul khususil khusus. 

  Diterangkan bahwa, puasa shaumul umum yakni puasanya orang awam. Tingkat yang paling rendah

Yakni hanya menahan makan, minum dan hubungan suami istri di siang hari. 

Yang kedua, puasanya orang khusus. Selain menahan makan minum serta syahwat, juga menahan pendengaran, pandangan, dan ucapan. 

Yang ketiga, puasa khususnya orang khusus.

“Adalah puasa hati dari kepentingan jangka pendek dan pikiran-pikiran duniawi serta menahan segala hal yang dapat memalingkan dirinya pada selain Allah,” ujar H. Syamsul Arifuddin.(akh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed