oleh

3 Tahun ‘Nyamar’ jadi Brigjen TNI-AD

Oknum TNI Gadungan Peras Korban Hingga 10 Juta

SORONG – Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) Denpom XVIII/1 Sorong yang dipimpin Pasi Gakkum Denpom XVIII/1, Lettu CPM Nicky Cahyadi I,S. Sos, Selasa (19/1) malam sekitar pukul 23.00 WIT, menangkap seorang warga sipil berinsial DR (27) yang mengaku sebagai anggota TNI AD berpangkat Brigjen TNI dan bertugas di Satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Selain menangkap DR, Pomad Denpom XVIII/1 juga mengamankan baju kaos Kopassus warna hijau 1 lembar dan satu kalung Kopassus. DR mendapatkan barang-barang beratribut TNI-AD (Kopassus) dengan cara membeli di Jakarta pada tahun 2016. DR diamankan di kediaman orang tuanya di SP 2 Kabupaten Sorong dan telah diamankan di Rutan Polsek Sorong Timur usai dimintai keterangan oleh Pomad Denpom XVIII/1 Sorong.

Menurut Pasi Gakkum Denpom XVIII/1, Lettu CPM Nicky Cahyadi, DR diamankan berdasarkan informasi dari seorang wanita bunga (nama samaran) usia 41 atas dugaan tindakan pemerasan dan penipuan yang dilakukan oleh DR selaku TNI AD gadungan. Saat diamankan, DR tidak dapat menunjukan Kartu Tanda Anggota (KTA). “DR memang bukan anggota TNI maupun berpangkat Brigjen TNI karena teman-teman TNI juga pernah mendengar berita seperti itu dan salah satu oknum TNI pernah bertemu DR dan DR mengaku sebagai Bais dan juga dari Grup 3 Kopassus, tapi saat diamankan DR tidak dapat menunjukkan identitas ataupun kartu tanda anggota TNI,” jelasnya kepada Radar Sorong, Rabu (20/1).

Diakui Lettu CPM Nicky, modus yang digunakan oleh DR dalam mengelabui pasangannya yakni ia sering mengirimkan foto-foto kerusuhan ataupun kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan TNI, sehingga kekasihnya percaya bahwa ia seorang anggota TNI AD. Setelah itu, DR meminta uang secara terus menerus. “Jadi korban itu tertipu sekitar Rp 10 jutaan, hingga kini kami pun masih mengembangkan kasus ini mungkin ada korban lainnya,” ujarnya

Berdasarkan keterangannya, DR sudah menjalankan perannya ’menyamar’ sebagai TNI Gadungan selama 3 tahun lamanya dan kemungkinan korbannya bukan hanya satu atau dua orang saja. Selain itu, sambung Lettu CPM Nicky, bukan hanya DR saja kemungkinan masih ada oknum-­oknum yang mengaku sebagai anggota TNI dan akan diselidiki.

Dengan adanya kejadian tersebut, Lettu CPM Nicky menghimbau agar masyarakat khususnya wanita di Sorong Raya apabila menaruh kecurigaan terhadap pasangan yang merupakan anggota TNI, segera pastikan dengan mendatangai satuannya ataupun mengecek identitas yang bersangkutan supaya tidak ada korban-korban selanjutnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed