oleh

3 OTG Klaster Gowa Belum Dikarantina

SORONG – Sedikitnya tiga orang tanpa gejala (OTG) Coronavirus Disease-2019 (Covid-19), hingga kemarin masih diluar. “Di luar Diklat masih ada sekitar 3 orang klaster Gowa yang belum dimasukkan ke dalam Diklat (Tempat karantina Covid-19 di Kota Sorong,red). Namun kami persiapkan hari ini (Kemarin,red) untuk dimasukkan ke dalam Diklat. Dan terkait data, sekarang dikarantina sekitar 20-an orang berada di dalam diklat,” kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku kepada Radar Sorong, Rabu (13/5).

Sementara itu, sempat menolak untuk di bawa ke diklat Kampung Salak, seorang OTG Covid-19 yang berasal dari klaster Gowa, akhirnya menerima untuk dikarantina di Diklat pada Selasa (12/5) lalu. Ruddy Laku mengakui bahwa Tim Surveilance memang agak sedikit terhambat untuk mengarahkan yang bersangkutan untuk dikarantina di Diklat Kampung Salak. “Akan tetapi beliau telah koperarif dan sudah diarahkan ke Kampung Salak pada Selasa Sore kemarin,” jelas Ruddy.

Terkait alasan yang bersangkutan enggan dikarantina, Ruddy mengungkapkan ada beberapa pertimbangan pribadi sehingga yang tidak ingin di karantina di Diklat Kampung Baru, tetapi semua telah selesai dan kini yang bersangkutan sudah dikarantina.

Ruddy mengakui, orang yang saat ini sedang melakukan karantina di Diklat Kampung Salak sebagian besar berstatus OTG maupun OTG positif, dan PDP yang sudah aktif melakukan kegiatan secara mandiri. “Tapi kalau statusnya pasien positive berarti dia di rumah sakit, artinya dia butuh perawatan karena sakit. Tapi kalau OTG yang positif dia tidak sakit tapi ada virus sehingga harus diamankan di diklat (Karantina) agar tidak menyebar ke yang lain,” paparnya.

Menanyakan terkait dua OTG berinisial D dan RA yang tidak diisolasi di Diklat Kampung Salak namun lebih memilih mengisolasikan diri di rumah, Ruddy mengatakan Tim Surveillance akan mengadakan rapat terkait kedua OTG tersebut untuk dibawa ke Diklat.  “Mereka pasti akan ke diklat juga dan Tim Surveillance akan usahakan mereka di diklat. Tapi kita lihat situasinya, kalau bisa mereka disiplin di rumah yah tidak masalah, tapi kalau tidak disiplin berarti kita harus membawa mereka karantina di Diklat Kampung Salak,” tandasnya.

Ruddy menghimbau masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan memiliki niat yang sama serta komitmen yang sama untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 ini. “Saya berharap agar semua orang yang masuk kategori atas pertimbangan kesehatan harus di karantina, marilah koperatif dengan Tim Satgas agar bisa diamankan atau dikarantina di Diklat Kampung Salak demi kebaikan kita bersama, sehingga mari kita kerja sama,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed