oleh

3 Nama Cawabup Maybrat dari PDIP

SORONG –  Setelah Partai Golkar Kabupaten Maybrat mengajukan dua kadernya, politisi senior Partai Golkar, Jhon Fatie, dan Sarteis Wanane yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Sekertaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Maybrat, kini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusulkan tiga nama untuk menduduki jabatan Wakil Bupati Maybrat pergantian antar waktu untuk mengantikan almarhum Drs. Paskalis Kocu,M.Si  yang meninggal pada Agustus 2020 lalu karena sakit.

PDIP yang tergabung dalam partai koalisi yang mengusung Drs Bernard Sagrim,MM – Drs Paskalis Kocu,MSi dalam pilkada 2017 lalu, mengusulkan tiga nama Calon Wakil Bupati (Cawabup), dua diantaranya merupakan kader internal PDIP, serta seorang politisi dari kalangan eksternal PDIP.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Maybrat, Septinus E. Naa,SH kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Kamis (28/1) mengatakan, setelah dilakukan penjaringan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tata tertib yang dikirim kepada masing-masing partai pengusung, terdapat tiga nama yang telah mendaftar dan ditetapkan seebagai bakal calon Wakil Bupati pergantian antar waktu yang diusung oleh DPC PDIP Kabupaten Maybrat.

Ketiga nama tersebut yakni politisi senior PDIP yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Maybrat periode 2014-2019, Markus Jitmau,S.Sos. Nama kedua yakni politisi Golkar yang saat ini menjabat Plt Sekertaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Maybrat, Sarteis Wanane,S.Sos. Nama lainnya yakni Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Maybrat, Hanok Jitmau,S.Sos. “Ketiga nama ini telah kami tetapkan dalam pleno partai. Rencana hari Senin nanti, dokumen mereka kita kirim ke DPD PDIP di Manokwari dan selanjutnya disampaikan ke pusat untuk dilakukan fit and profer test (uji kelayakan dan kepatutan) secara virtual,” kata Septinus E. Naa,SH yang juga menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Maybrat ini.

Dari ketiga nama yang diusulkan tersebut lanjut Septinus Naa, akan diputuskan oleh DPP PDIP untuk mendapat satu nama, dan untuk disampaikan kepada kami dan selanjutnya disampaikan kepada Pansus Pemilihan Wakil Bupati DPRD Kabupaten Maybrat untuk dilakukan pemillihan. “Prinsipnya bahwa siapapun yang diputuskan DPP, sebagai kader kami wajib amankan,” kata mantan Ketua Koalisi Pemengangan Pasangan SAKO saat pilkada lalu. Menurutnya, PDIP adalam partai yang terbuka sehingga pada tahapan penjaringan bakal calon Wakil Bupati tidak hanya membatasi pada kader saja tetapi terbuka peluang kepada kalangan profesional atau kader partai lain untuk mendaftar. 

Dikisahkannya, pada pemilukada 2017 lalu, PDIP sebagai pimpinan koalisi partai pengusung pasangan SAKO, sedangkan Partai Golkar, PKS dan Nasdem sebagai partai pengusung. “Kebetulan bupati terpilih dari Partai Golkar dan Wakil Bupati terpilih adalah dari partai PDI Perjuangan. Tapi karena kita semua ­(Nasdem, PKS) juga ada dalam koalisi, sehingga masing-­masing partai juga punya hak yang sama untuk mengajukan nama bakal calon wakil bupati,” ­kata Septinus Engel Naa. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed