oleh

3.770 Jiwa Terdampak Banjir-Longsor

SORONG – Data korban jiwa yang terdampak banjir dan longsor akibat hujan ekstrem yang mengguyur Kota Sorong pada Kamis (16/7) malam, hingga Rabu (22/7) berjumlah 3.370 orang. Data ­sementara ini bisa saja mengalami kenai­kan apabila masyarakat datang untuk melapor. 

Wali Kota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM mengungkapkan pihaknya masih akan melakukan koordinasi dan mendata kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat banjir dan longsor. “Kami belum lihat kerusakannya seperti apa. Sementara kemarin yang dapat ban­tuan hanya 5 korban meninggal itu, untuk biaya pemakaman dan lainnya. Ini musibah, terjadi secara alamiah, jadi ­jangan salahkan Wali Kota, stop!,” kata Lambert Jitmau kepada wartawan, kemarin.

Lambert mengingatkan anggota DPR dan DPD yang dipilih masyarakat, tidur di Jakarta untuk memperjuangkan kepentingan di Papua, jangan tidur di Kota Sorong dan melihat kepentingan di RT/RW karena itu urusan Wali Kota Sorong. “Bicara banyak sampe,” ucapnya seraya tersenyum

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong, Herlin Sasabone menjelaskan berdasarkan informasi terkini terkait penanganan bencana banjir dan longsor di Kota Sorong, terdapat korban meninggal dunia berjumlah 5 orang, korban luka-luka 7 orang. Sedangkan korban jiwa terdampak akibat bencana banjir dan longsor sebanyak 754 KK dengan jumlah jiwa 3.770 orang.

“Sedangkan untuk kerusakan bangunan, mulai dari kerusakan ringan, sedang hingga berat, akan dilakukan pengecekan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Sorong terkait klasifikasi rusak ringan, sedang hingga berat termasuk kalkulasi terkait jumlah kerusakan dalam nilai rupiah,” kata Herlin Sasabone kepada Radar Sorong, kemarin.

Penanganan korban banjir dan longsor lanjut Herlin, pihaknya masih terus menginput data terkait kerusakan rumah akibat banjir dan longsor. Herlin juga mengucapkan terima kasih kepada mitra  Pemerintah Kota Sorong yang sudah memberikan bantuan sembako dan peralatan yang diberikan kepada masyarakat. “Kami bersama dengan mereka untuk menyalurkan bantuan tersebut langsung kepada warga ­terdampak. Sementara dari Pemerintah Kota Sorong ­sendiri bantuan yang diberikan ­hingga saat ini berupa santunan untuk korban meninggal dunia,” ungkapnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed