oleh

29 Nakes Terpapar Covid, RSUD Tutup Total

Manajemen Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum (BLUD-RSU) Kabupaten Manokwari menutup sementara secara total pelayanan selama lima hari sejak 2 hingga 6 Oktober 2020 dan akan kembali dibuka melayani masyarakat pada 7 Oktober.

Direktur BLUD RSU Manokwari, dr. Yodi Kairupan yang ditemui di Posko Gugus Tugas  Penanganan Covid-19 mengatakan, selama penutupan pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruangan, serta tracing kontak terhadap keluarga dan kerabat tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

Dikatakannya, total ada 29 tenaga kesehatan (Nakes) RSU Manokwari terpapar Covid. Kondisi mereka tanpa gejala, sebagian nakes yang terpapar menjalani isolasi di rumah sakit. “Jadi untuk sementara RSUD Manokwari kita tutup selama 5 hari untuk penyemprotan disinfektan dan tracing kontak terhadap keluarga,” kata Yodi. “Masyarakat perlu memahami penutupan sementara ditempuh untuk memutus mata rantai penularan Covid-19,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manokwari, drg. Henry Sembiring mengatakan, selain RSUD, Puskesmas Amban juga ditutup sementara karena ada tenaga kesehatan terpapar Covid-19. Sebelumnya, tiga Puskesmas sempat ditutup, Sanggeng, Maripi dan Pasir Putih tapi kini sudah beroperasi kembali.

Kasus Covid-19 di Manokwari tertinggi ketiga di Provinsi Papua Barat, setelah Kota Sorong dan Bintuni. Hingga Jumat (2/10) terdapat 389 kasus positif, 5 meninggal dunia. Tercatat beberapa klaster penularan, yakni klaster Gowa 4 kasus, klaster keluarga 128 kasus, klaster perkantoran 109, klaster tenaga kesehatan rumah sakit 37, klaster tenaga kesehatan Puskesmas 44, klaster klinik satu, klaster pertokoan tujuh serta klaster perbankan 32 kasus. (Laode Mursidin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed