oleh

Untuk Ajukan 2 Nama Cawabup ke Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat

SORONG – Pantia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022, memberikan tambahan waktu 1 minggu kepada pimpinan partai polisi koalisi pengusung SAKO (Sagrim-Kocu) saat pilkada 2017 lalu, untuk menentukan 2 nama calon Wakil Bupati Kabupaten Maybrat. Demikian diungkapkan Ketua Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat, Thomas Aitrem kepada Radar Sorong, Selasa (8/6).

Thomas Aitrem menjelaskan, berdasarkan rapat pansus tanggal 7 Juni 2021, pansus menetapkan 2 keputusan. Pertama, pemberian waktu yang ketiga kalinya dari pansus melalui pimpinan untuk menyurati ke pimpinan-pimpinan partai pengusung. Kedua, pansus melaporkan tahapan kinerja pansus sejak bulan Oktober 2020 hingga Juni 2021 dan hasil laporan tersebut akan disurati ke Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri.

“Jadi, untuk ketiga kalinya kami memberikan waktu kepada pimpinan partai pengusung yakni mulai pada tanggal 8 hingga 15 Juni 2021, untuk partai pengusung duduk bersama melakukan mufakat guna mengajukan 2 nama calon Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022,” jelas Thomas Aitrem kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, kemarin. 

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pansus akan bekerja bila pimpinan partai turut mendukung dengan mengajukan 2 nama calon Wakil Bupati Maybrat, karena pengisian kursi wakil bupati merupakan kerinduan seluruh warga masyarakat Kabupaten Maybrat.   “Wilayah Kabupaten Maybrat ini luas sehingga perlu ada Wakil Bupati yang mendampingi Bupati Maybrat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Maybrat. Maka, diperlukan kerja sama antara pansus dan partai pengusung untuk menghadirkan sosok Wakil Bupati masa jabatan 2017-2020,” terangnya.

Jika dalam waktu yang telah ditentukan tidak ada tanggapan serius dari partai pengusung, pansus lanjut Thomas Aitrem, akan melakukan pleno dan dilanjutkan dengan paripurna DPRD guna pemberhentian tahapan kerja pansus. “Kami akan mengakhiri kerja pansus bila tidak ada keseriusan dari partai pengusung. Karena, kami sudah memberikan kesempatan yang ketiga kalinya,” ungkapnya.

Namun jika dikemudian hari para pimpinan partai pengusung merasa bahwa pentingnya ada Wakil Bupati, maka silahkan didiskusikan dengan DPR untuk dilakukan pembentukan pansus kembali. Thomas Aitrem mengatakan, pansus sudah bekerja selama 8 bulan sejak Oktober 2020 hingga Juni 2021, namun pansus tidak melihat keseriusan dari partai pengusung. “Kami juga melihat dinamika atau pernyataan Bupati Maybrat bahwa Wakil Bupati adalah jatah PDI Perjuangan. Kami pansus sudah merasa senang karena telah mendapatkan jalan keluar sebab yang mengungkapkan adalah bupati selaku pembina politik dan juga pimpinan partai politik (Ketua DPD Golkar Kabupaten Maybrat),”tuturnya.

Mengingat pernyataan Bupati Maybrat yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Maybrat tersebut telah dikeluarkan, Thomas Aitrem mengatakan bisa saja salah satu calon akan menyampaikan mundur maka hanya tersisa 2 nama yang akan diajukan ke pansus. “Mudah-mudahan dalam waktu 1 minggu yang diberikan, akan ada tanggapan serius dari partai pengusung untuk mengajukan 2 nama secara tertulis ke pansus,” imbuhnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed