oleh

Berpegang Teguhlah pada Agama Allah

SORONG – Pelaksanaan sakat Idul Adha di masjid raya Al-Akbar Kota Sorong, berlangsung khusyuk dan hikmat dihadiri ratusan umat muslim. Salat Idul Adha dipimpin Imam Araudji Abubakar berlangsung sekitar pukul 07.15 WIT, Jumat (31/7). ­Khotib dipercayakan kepada Kompol H. M Salim Nurlily (Kapolsek Sorong Kota). Umat ­muslim berdatangan di Masjid Raya menggunakan masker dan membawa sajadah masing-­masing. Yang tidak menggunakan masker, diberikan oleh panitia mengingat adanya himbauan penggunaan masker ketika ­hendak melaksanakan salat Ied.

Kompol H. M Salim Nurlily dalam khutbah ied-nya mengatakan umat muslim di seluruh dunia disatukan oleh Allah SWT sebagai suatu umat yang utuh dalam merayakan Idul Adha tanpa melihat mazhab, suku, bangsa, ras dan golongan. Sangat disayangkan kesatuan umat muslim ini hanya terjadi sesaat, sebab ketika Idul Adha selesai maka kesatuan itu akan hilang dan sirna. “Khususnya umat Islam di Indonesia tidak berdaya menghadapi berbagai persoalan yang terus menerus terjadi seperti perpecahan, pertikaian, pelanggaran hak-hak kemanusiaan, ketidakadilan, kemiskinan dan berbagai macam problem lainnya begitu nyata terjadi di hadapan mata kita,”ungkapnya.

Padahal lanjut Salim, segala macam permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan memegang teguh prinsip taat kepada Allah SWT secara kaffah. Hanya dengan patuh dan taat kepada Allah SWT secara Kaffah pastinya seluruh umat mampu menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi. “Mari kita kembali berpegang teguh kepada tali agama Allah dan jangan cerai berai,” ajaknya.

Sementara itu, shalat Idul Adha di Masjid Baldatun Toyyibah dipimpin oleh Imam Saiful Ulum, berjalan khidmat dan lancar, diikuti lima ratusan jamaah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Khotib Umar Sulaiman dalam khotbah ied-nya mengingatkan hikmah kesabaran  apalagi ini merupakan kali kedua umat muslim melaksanakan hari raya di tengah wabah pandemi. ”Alhamdulillah kali ini kita melaksanakan salat Idul Adha secara khidmat. Penyampaian materi ceramah juga mengandung nilai kesabaran yang bisa kita ambil. Kita berharap pandemi covid-19 yang saat ini menjadi penghalang, tahun berikutnya sudah bisa hilang sehingga kita bisa melaksanakan sholat Id lebih khidmat lagi,” tutupnya.

Di alun-alun Aimas Kabupaten Sorong, salat Ied diikuti ratusan jemaah, dipimpin iman salat Uztadz Maman Suryaman,S.Pd, sedang khotbah ied dibawakan Ir. Rohman ST,MM,MT,IPM. Bupati Sorong, Dr. Johny Kamuru,SH,M.Si yang turut hadir menyampaikan selamat Idul Adha. Ia menghimbau agar masyarakat Kabupaten Sorong dapat meningkatkan imam melalui berkurban.  ”Saya mengajak seluruh masyarakat untuk dapat meningkatkan imam melalui berkurban, baik melalui harta,  pemikiran dan sebagainya,” pungkasnya

Sementara itu, penerimaan hewan kurban di masjid raya Al-Akbar Kota Sorong berjumlah 14 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang diberikan oleh pemerintah pusat, Wali Kota Sorong, jamaah Masjid Raya Al-Akbar dan beberapa warga lainnya. Masrur Sholikhi, Ketua Badan Kemakmurarn Masjid (BKM) Masjid Baldatun Toyyibah yang berlokasi di kompleks KPR Moyo Permai mengatakan, berdasarkan kesepakatan jamaah, penyembelihan hewan kurban akan dilaksanakan pada hari Sabtu (1/8).  Tahun ini Masjid Baldatun Toyyibah menyembelih hewan kurban sebanyak empat ekor sapi, salah satu bantuan Pemkot Sorong.

Di Kabupaten Sorong, PHBI Kabsor sebelum pelaksanaan salat Idul Adha melaporkan jumlah hewan kurban sebanyak  358 ekor sapi dan 1 ekor kambing.  329 ekor sapi dari warga,  1 ekor kambing dari warga, 5 ekor sapi dari PKK Kabupaten Sorong, 20 ekor dari Pemda Kabupaten yang disebar di 11 distrik dengan jumlah umat mulim terbesar, 1 dari GOW Kabupaten Sorong dan 2 ekor dari Gubernur Papua Barat serta 1 ekor dari Wakil Bupati Sorong. (juh/ayu/nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed