oleh

Bakar Gedung-Blokir Jalan

Protes Hasil Seleksi CPNS 2018

MANOKWARI-Aksi protes berujung pembakaran gedung dan pemblokiran ruas jalan pasca pemerintah daerah pengumumkan hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018. Di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), terjadi pembakaran mess BKD (Badan Kepegawaian Daerah) pada Kamis (31/7).  Massa juga memblokir jalan poros Pegaf.

Di Manokwari, massa  yang gagal lolos tes CPNS memblokir Jalan Yos Sudarso, membakar ban bekas serta meletakkan kayu di tengah jalan.  Aksi berlangsung mulai sekitar pukul 12.30 WIT. Mereka memprotes dan menolak  hasil seleksi yang dinilai kurang memperhatikan orang asli Papua. “Katanya jatah putra asli Papua 80 persen dan non Papua 20 persen, tetapi yang diumumkan hari ini terbalik putra-putri asli Papua hanya 20 persen saja. Ini pembohongan publik,” teriak koordinator aksi yang memegang megaphone.

Massa meminta Gubernur Papua Barat dan Plt Bupati Manokwari datang menjelaskan mengapa putra-putri asli Papua tak mendapatkan porsi sesuai kesepakatan. “Pokoknya, gubernur dan bupati Manokwari harus hadir di sini,” tegasnya. Aksi yang berlangsung siang hari ini membuat ruas Jalan Yos Sudarso, dari pertigaan Kantor Pos hingga perempatan Kopal ditutup, tak ada kendaraan yang berani melintas. Beberapa kali sempat terjadi ketegangan, massa merengsek ke kendaraan yang mencoba melintas. Ada kendaraan  yang dipaksa memutar dan putak balik, bahkan diancam akan dilempari. “Putar, putar, tidak boleh lewat di sini,” teriak massa kepada salah seorang pengemudi mobil yang baru pulang menunaikan salat Jumat.

Ketegangan sempat juga terjadi ketika puluhan anggota polisi yang menumpang truk dan sepeda motor hendak ke lokasi aksi unjuk rasa. Bunyi serine truk personel membuat massa makin berani. Hingga akhirnya laju truk personel polisi terhenti di depan Pos Polisi Sanggeng, sekitar 300 meter dari titik berkumpul massa. Kabag Ops Polres Manokwari AKP Edward Panjaitan didampingi jajarannya menemui massa dan bernegosiasi. Kabag Ops meminta massa membubarkan diri karena aksi yang dilakukan menganggu kepentingan umum. 

Koordinator aksi mengatakan, pihaknya berencana menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BKD, tetapi kantor ini telah dijaga dan diberi pagar kawat berduri. “Polisi sudah jaga dan buat kawat duri di kantor BKD, makanya kami aksi di sini untuk sampaikan protes,” kata salah satu koordinator unjuk rasa. 

Kapolres Manokwari Dadang Kurniawan dan Plt Komandan Detasemen A Sat Brimob Polda Papua Barat, AKP Zawal Halim juga menemui massa. Keduanya juga meminta massa membubarkan diri, namun hingga sore massa masih bertahan di perempatan Kopal.

Sebelumnya, aksi serupa dilakukan Kamis (30/7) pagi di depan Kantor BKD Manokwari, di Jalan Percekatan Sanggeng. Massa membakar ban bekas mendesak Pemkab Manokwari secepatnya mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018. Aksi ini dilakukan hingga malam. Massa baru membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari Kepala BKD Manokwari Anton Renyaan, bahwa hasil seleksi CPNS akan langsung diumumkan setelah hasilnya diterima dari BKN atau Panselnas.

Hasil seleksi CPNS formasi 2018 Kabupaten Manokwari telah dinyatakan lolos 380 orang. Sebagian besar yang diterima formasi guru dan tenaga kesehatan, di antaranya dokter, dokter gigi, perawat, bidang, ahli gizi dan lainnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed