oleh

Aktifitas di Maybrat Lumpuh

SORONG – Mobilitas barang dan warga di Kabupaten Maybrat, Jumat (31/7) lumpuh akibat protes disertai pemalangan jalan utama yang menghubungkan distrik-ditrik dan pusat pemerintahan ibukota Kabupaten Maybrat. Aksi dilakukan pencari kerja (pencaker) yang tidak lulus seleksi CPNS formasi tahun 2018 Kabupaten Maybrat. 

Informasi yang diperoleh Radar Sorong, aksi pemalangan dilakukan serentak di beberapa tempat diantaranya di Kumurkek, di Sehu Distrik Ayamaru Barat, di Kambufatem Distrik Aitinyo Barat, Hosio Banah Distrik Aitinyo Barat dan Kartapura Distrik Ayamaru Tengah.  Salah satu pencaker kepada Radar Sorong melampiaskan kekecewaannya dan menuding pemerintah pusat dan daerah tidak obyektif dalam menentukan hasil kelulusan berdasarkan peringkat nilai (ranking). “Masak kami yang punya skor tinggi tidak dapat baru sesama teman yang nilainya dibawah standar bisa lulus, berarti ada permainan orang dalam,” kata pencaker yang menyelesaikan pendidikan sarjananya di salah satu universitas ternama di kota Sorong tersebut.

Karenanya, ia mendesak Bupati Maybrat memberi penjelasan dan membuktikan fisik nilai perenkinggan supaya publik mengetahui apakah betul memang layak yang dinyatakan lulus karena nilainya lebih tinggi atau mereka yang tidak lulus. “Kalau bisa dibuktikan, biar sama-sama puas,” katanya pencaker yang enggan dimediakan namanya ini sembari menyatakan bahwa bicara politik, mereka yang tidak lulus seleksi juga berkontribusi untuk memenangkan pasangan SAKO pada pilkada Maybrat 2017 lalu. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed