oleh

Koarmada III Masih Butuh 40 KRI

SORONG – Persediaan Kapal Perang ­Republik Indonesia (KRI) di wilayah kerja Koarmada III Sorong masih belum mencukupi kebutuhan. Karena itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo ­Margono,SE,MM berencana menambah jumlah KRI dan ­pesawat apabila sarana dan ­prasana di Koarmada III sudah mencapai 100 persen. Saat ini, sarana ­prasarana Koarmada III masih sekitar 90 ­persen.

“Kalau di sini secara bertahap ­sudah siap maka akan saya geser kapal-­kapal KRI maupun pesawat menjadi kekuatan maupun kemampuan bagi ­Koarmada III, sehingga Koarmada I, II dan III memiliki kekuatan yang sama,” kata KASAL dalam sambutannya saat olahraga bersama prajurit di Makoarmada III Sorong, Jumat (10/7).

Mantan Danlanal Sorong ini menilai persediaan KRI di wilayah Koarmada III belum mencukupi bila dibandingakan dengan Koarmada lainnya. Wilayah kerja Koarmada III ini hampir sama dengan Koar­mada lainnya, dan mem­butuhkan sekitar 50 KRI. “Di Koarmada III ini baru tersedia 10 kapal, seperti KRI Teluk Lada, KRI Layaran, KRI Albakora dan kapal-kapal perang yang berukuran kecil. Ini PR untuk menambahkan ­kekuatan lagi guna mencapai 50 ­kekuatan, karena di wilayah Koarmada lainnya ada sekitar 50 kapal dengan berbagai jenis seperti kapal kawal rudal, kapal angkutan, kapal pat­roli dan lainnya,” terangnya.

Menurutnya, saat ini TNI-AL membuka perekrutan calon prajurit khusus untuk pemuda-­pemudi yang kelahiran dan domisili Papua. Ditargetkan akan direkrut 200 prajurit diantaranya 100 tamtama dan 100 bintara. “Perekrutan ini dilak­sanakan di Sorong. Bagi yang lolos akan melaksanakan pendidikan di Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdikmil) wilayah Sorong di ­Katapop Kabupaten Sorong. Melihat animo dari para pe­muda dan pemudi di Papua ini tentunya nanti dapat mengawaki Koarmada III, Pasmar III dan Kapal Perang yang nantinya kita geser ke sini,” tandasnya.

Hal ini akan menjadi kebanggaan bagi para pemuda dan pemudi di Papua untuk bersama-sama mendharmabhakti­kan diri di TNI AL khususnya di tanah Papua. Pendidikan bagi calon prajurit TNI AL yang lolos dilaksanakan selama 6 bulan dan kemungkinan akan praktek di kapal perang ­karena akan disiapkan menjadi penga­wal kapal perang. “Kita akan merekrut prajurit di sini ­hingga mencapai 100 persen, karena di sini prajurit TNI AL baru terisi 30 persen. Nanti secara bertahap, pertahun kita akan melaksanakan perekrutan sebanyak 2 kali, sehingga ­dalam 1 tahun bisa mendapatkan 400 prajurit. Dan dalam ­waktu 5 tahun kita sudah bisa memenuhi kebutuhan personel di Koarmada III,” pungkasnya.

KASAL mengingatkan pra­jurit TNI-AL yang bertugas di wilayah Indonesia bagian Timur harus memiliki integritas, loyalitas yang tinggi dan semangat juang yang baik.  Yudo Margono menjelaskan tantangan bagi prajurit TNI-AL Koarmada III, Pasmar 3, ­Lantamal XIV Sorong untuk mengawaki satuan-satuan yang berada di wilayah Sorong. Sebab satuan yang sudah tergelar ini, tentunya memiliki tugas pokok untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di wilayah Koarmada III. Hal ini tentunya, membutuhkan kehadiran prajurit AL yang sudah terlatih yang berada di satuan masing-masing. 

”Suatu kebanggaan bagi kita karena Presiden mempercayakan TNI AL untuk mendirikan Koarmada III, Pasmar 3 di wilayah Papua. Dari kepercayaan yang diberikan kepada kita, maka kita harus bertanggung jawab untuk bersama-sama melaksanakan tugas Matra Laut dengan baik sehingga wilayah kerja laut Koarmada III tetap terjaga,” kata Laksamana Yudo Margono.

Para prajurit yang ditempatkan di Koarmada III diharapkan memiliki integritas, loya­litas yang tinggi dan semangat juang yang baik. Walaupun Koarmada III berada di ­wilayah timur Indonesia, jangan sampai kalah dari Koarmada I maupun Koarmada II yang ada di wilayah Barat. ”Mari kita samakan bahwa Armada I,II,III memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama. Walaupun sekarang belum sama, nanti kalau disini secara bertahap sudah siap akan saya geser kapal-kapal KRI maupun pesawat, sehingga menjadi kekuatan dan kemampuan,”ungkapnya.

Peralatan tempur Marinir secara bertahap akan di kirim ke Sorong sehingga kekuatan Koarmada I,II, dan III, kemudian Pasmar 1,2 dan 3 serta jajaran Lantamal 1 hinggga XIV memiliki kekuatan dan kemampuan yang sama. ”Prajurit harus menjadi ­contoh bagi yang lain. Saya melihat Koarmada III sudah lebih bagus daripada Koarmada I maupun II dan Lantamal XIV pun jauh lebih bagus dari lain­nya serta sarana-prasarana pun sudah bagus,” tuturnya.

Jika prasarana dan sarana di Koarmada III sudah bagus, akan dihadirkan para penga­wak atau prajurit yang akan dididik di Sorong. Sebab, ­sarana dan prasarana di Mako­amada III sudah bagus untuk pendidikan calon prajurit AL. Selain itu, Pasmar 3 pun sudah menyiapkan sarana latihan. Sehingga, prajurit memiliki loyalitas yang tinggi serta profesionalisme yang sama ­dengan Koarmada I dan II.  ­“Sehingga apabila terjadi emergency di wilayah Pasific atau wilayah laut Arafuru, maka tidak ­perlu lagi bergeser unsur dari Sura­baya maupun Jakarta, cukup diatasi oleh pasukan AL yang ada di Sorong. Kami berharap Koarmada III harus mampu menghadapi sendiri dengan kekuatan yang sama. Saya harapkan para prajurit Koarmada III, Pasmar 3 dan jajaran ­Lantamal XIV harus bahu membahu untuk menuju kejayaan Angkatan Laut dengan prajurit yang ada di Jakarta dan ­Surabaya,” harapnya.

Usai melaksanakan olah­raga pagi, KASAL Laksamana TNI Yudo Margono,SE,MM didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono ­berserta jajaran Koarmada III, Pasmar III serta Danlantamal XIV mengikuti jalan sehat hingga ke Dermaga Koar­mada III menuju ke Kapal Perang Repub­lik Indonesia (KRI) Teluk Lada guna menyerahkan APD. (juh) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed