oleh

14 Penumpang KM Dobonsolo Dipulangkan

SORONG – Sekertaris Gugus Tugas ­Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan, usai melaksanakan pengawasan di KM Dobonsolo, pihaknya memulangkan 14 penumpang karena ­kedapatan memalsukan surat izin masuk Kota Sorong. 

KM Dobonsolo rute Tanjung Priok, Tanjung Perak, ­Makassar, Bau-bau, Ambon dan Sorong. Saat pengawasan, Tim Gustu Covid-19 mendapati 14 penumpang yang tidak memiliki surat izin masuk ke Kota Sorong, sehingga dikembalikan ke KM Dobonsolo dengan biaya sendiri. “14 penumpang yang dipulangkan rata-­rata dari Bau-Bau. Kami juga menemukan 5 pelaku per­jalanan lainnya yang diproses di Gugus Tugas Covid-19 Kota Sorong, 3 diantaranya penumpang transit tujuan Bintuni namun tidak memiliki izin masuk dan memalsukan data izin masuk tersebut,” jelas Herlin Sasabone.

Tim Gustu Covid-19 sudah memberikan peringatan terhadap ketiga orang sebab mereka bukan merupakan penduduk Kota Sorong.  ­Herlin mengatakan, ketiga orang tersebut memalsukan data. Awalnya ketiga orang tersebut ditawarkan oleh salah satu penum­pang yang mengatakan bahwa untuk masuk ke Kota Sorong harus memiliki Surat Izin masuk. “Karena kebutuhan yang mendesak dan mereka sudah punya tiket sehingga mereka mengambil keputusan sendiri untuk memalsukan dokumen dengan dibawa ke tempat foto kopian dan discan kemudian dirubah,” tuturnya.

Dua orang tersebut, diantara­nya ibu dan bayi berusia 8 bulan dipulangkan ke ke­luarganya di Kota Sorong oleh Tim Gustu tanpa sanksi, namun berdasarkan rasa kema­nusiaan dan prihatin semata. Ibu dan bayi tersebut baru pertama kali ke Kota Sorong ­ber­dasarkan permintaan suami. “Dan 1 pelaku perjalanan berjenis kelamin perempuan yang juga mamalsukan dokumen, kami berikan sanksi kerja ­sosial tapi tidak di Kampung Salak (Tempat karantina,red) namun di Gugus Tugas selama 1 minggu,” ungkapnya.

Herlin menghimbau masyarakat dari luar Papua dan Papua Barat wajib memiliki SKIM, pengurusan SKIM tidak susah, sudah tertera nomor kontak  dan pengurusan SKIM Kota Sorong bisa diwakilkan oleh keluarga maupun kenalannya.

Terkait banyaknya kasus pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh pelaku per­jalanan, Wali Kota Sorong Drs.Ec Lambert Jitmau,MM ­meminta pihak terkait lebih teliti memperhatikan dokumen-­dokumen yang ­dibawa penumpang dari luar masuk ke Kota Sorong.  “Kalau ada ketahuan pemalsuan, jangan ada toleransi lagi, ­harus ada sanski dan diekspos di media massa. Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong, inveta­lisir ini baik, pimpinan ins­tansi vertikal, BUMN dan lain yang ada di kawasan pelabuhan  dan bandara harus seleksi baik, karena menurut ­informasi yang saya dapat banyak ­dokumen yang dipalsukan,” kata Lambert Jitmau kepada Radar Sorong, kemarin. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed