oleh

Pasar Remu Batal Ditutup !

SORONG – Penerapan protokol ­kesehatan seperti penggunaan masker di area Pasar Sentral Remu, nampaknya sudah menun­jukkan perkembangan yang baik. Karena itu, Wali Kota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM membatalkan rencana ­penutupan Pasar Sentral Remu.

Wali Kota menjelaskan, ­target penerapan protokol kesehatan sudah baik dalam minggu terakhir ini. Pihaknya hanya perlu melakukan pengawasan dan peningkatan penerapan protokol kesehatan di area Pasar Sentral Remu, guna memastikan masyarakat saat memasuki Pasar Sentral Remu harus menggunakan masker dan APD yang sudah ditentukan.

“Nanti ada petugas yang akan mengatur mereka di dalam pasar. Dan, saya tidak berikan sanksi apapun kepada warga saya, tapi kalau ada disuruh push-up anak-anak muda yang tidak taat, silahkan saja karena itu bagian dari olahraga juga,” kata Lambert Jitmau kepada wartawan usai rapat evaluasi bersama unsur Forkopimda Kota Sorong di Aula Samu Siret, Kantor Walikota Sorong, Senin (29/6).

Batalnya penutupan Pasar Sentral Remu sambung ­Lambert Jitmau, sebab pelak­sanaan protokol kesehatan di area tersebut sudah berjalan baik. Terkait apakan pengamanan oleh personel gabungan masih disiagakan. Lambert mengungkapkan bahwa hal tersebut tentu saja, bahkan sampai dengan penyebaran virus corona di Kota Sorong menunjukkan angka nol. ­“Kami bersama TNI/Polri, sudah sepakat bekerja sama untuk tetap melakukan pengawasan di tempat-tempat tertentu,” ungkapnya.

Lambert juga menyinggung bahwa akses pembatasan operasional Bandara DEO Sorong masih terus dilakukan. Untuk sementara, bandara DEO hanya diperuntukan melayani penerbangan Jakarta-­Sorong, sementara rute lainnya belum ada rencana untuk dibuka. “Kita mengikuti arus penyebaran virus. Jika virus corona di Kota Sorong sudah menurun, ada kemungkinan kita buka, tapi kalau masih meningkat maka akan tetap ditutup,” tegasnya.

Lambert mengatakan, dirinya baru saja membuka penerbangan Jakarta-Sorong namun sayangnya sudah ada orang positive Covid-19 yang lolos masuk ke Kota Sorong. Kenya­taan ini tentunya sangat memprihatikan dan sangat disayang­kan. “Apalagi nanti kita tambah rutel lainnya, kita khawatir akan ada penambahan kasus baru lagi,” imbuh­nya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed