oleh

Dua Wanita Terancam Penjara Seumur Hidup

SORONG – Dua wanita tersangka pembawa narkotika jenis sabu dan ganja berinisial S dan M terancam hukuman pidana penjara seumur hidup. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH melalui Kasat Res Narkoba Polres Sorong ­Kota AKP Syarief saat rilis pengungkapan kasus di Makopolres Sorong Kota, Senin (29/6).

Kasat Narkoba mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu seberat 1,5 gram dibawa oleh seorang wanita berinisial M ke Lapas Sorong untuk di­berikan kepada kekasihnya berinisial R. “M ini akan menyerahkan sabu seberat 1,5 gram kepada kekasihnya ­ber­inisial R di Lapas Sorong ­dengan memasukan sabu-­sabu tersebut ke dalam botol ­shampoo yang ditaruh di ­dalam mobil,” jelas AKP Syarief ­kepada wartawan, kemarin.

Dikatananya, tersangka R ini mendekam di Lapas Sorong akibat kasus serupa. Dengan adanya kasus ini, pihaknya akan mendalami untuk mengungkap kasus yang lebih besar lagi. ­Sementara ­tersangka M menga­takan bahwa dirinya baru ­sekali memasok nar­koba jenis sabu kepada kekasihnya. “Saya baru pertama kalinya ini, dan saya juga pemakai,” ungkap M.

Selain kasus sabu-sabu, ­Satres Narkoba Polres Sorong Kota juga mengungkap kasus ­narkotika jenis ganja yang dibawa oleh wanita ber­inisial S yang mengirim 1 paket ­ganja melewati pelabuhan laut, ­sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak pela­buhan dan melakukan penye­lidikan hingga ditemukan ganja seberat 880 gram yang terdiri dari 49 paket besar, 7 paket sedang dan 47 paket kecil. “Kedua tersangka ini sudah dalam proses tahap satu,” ucap Syarief.

Ditambahkan, modus operasi­nya, tersangka S mendapatkan narkotika jenis ­ganja tersebut dari DPO berinisial R untuk diedarkan dan ­diperjualbelikan di wilayah Polres Sorong Kota. Pihaknya masih mendalami proses masuk­nya barang haram ­tersebut ke Kota Sorong. Atas perbuatannya, kedua wanita ini dijerat pasal 114 ayat 1 sub pasal 11 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman ­pidana seumur hidup atau penjara paling lama 5 tahun dan paling cepat 2 tahun. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed