oleh

Cinta Ditolak Nekat Membunuh

JAYAPURA – Diduga cemburu karena wanita idamannya menolak cintanya, seorang sopir mobil di Kabupaten Jayapura berinisial AY (35), nekad membunuh rekan ­bisnisnya HM (47) dan wanita idamannya DR (41). ­Beruntung DR (41)  berhasil selamat meski menderita luka berat, sementara HM (47) nyawanya tak tertolong

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon,SH,S.IK,MH,MSi saat konfrensi pers di Mapolres Jayapura mengungkapkan, kasus pembunuhan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban HM (47) meninggal dunia dengan 2 luka tusukan benda tajam di dada, dan wanita idamannya DR (41) mengalami luka berat, oleh pelaku berinisial AY (35), terjadi 16 Juni 2020 di jalan Polomo Sentani Kabupaten  Jayapura.

Mackbon mengungkapkan, kasus pembunuhan dilatarbelakangi rasa cemburu ­antara pelaku dan kedua korbannya. “Pelaku dan kedua korban adalah rekan bisnis, tetapi di dalam bisnis ini juga ada kecemburuan. Pelaku melakukan pembunuhan pada 16 Juni 2020. Jadi memang pelaku sudah merencanakan untuk menghabisi korban, sudah disiapkan sebilah pisau untuk menghabisi keduanya, namun yang terjadi hanya salah seorang korban yang meninggal dunia,” beber Victor Mackbon.

Setelah menikam kedua ­korban, pelaku langsung melarikan diri. Tim Paniki Polsek Sentani Kota dan Tim Opsnal Cycloop bergabung untuk melakukan pengejaran pelaku. Berselang 6 hari setelah ­kejadian, pelaku berhasil ­ditangkap.

Korban meninggal ­berinisial HM, merupakan pengusaha meubel, sedangkan wanita berinisial DR (41) merupakan penyuplai kayu, sementara pelaku merupakan sopir, tapi selama proses bisnis ini ­dibumbui dengan rasa cinta. “Sehingga timbulah rasa ­cemburu pelaku pada korban. Pelaku sakit hati karena pada saat pelaku menghubungi korban dengan niat menanya­kan posisinya dan ada ­sesuatu yang ingin disampaikan ­tetapi tidak diangkat-angkat, ter­nyata ditemukan dua korban ini ada di dalam satu rumah, ini yang membuat pelaku berniat melakukan pembunuhan,” jelasnya. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sudah memen­dam perasaanya selama satu tahun, dan saat pelaku meng­ungkapkan perasaannya ditolak korban DR. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed