oleh

Bangun Posko dan Portal di Jempur

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs.Ec. Lambert Jitmau,MM turun langsung ke Pasar Ikan Jembatan Puri (Jempur) sekitar pukul 07.00 WIT, Rabu (27/5), melihat langsung transaksi jual beli para pedagang ikan dan masyarakat Sorong. Dalam kunjungannya ini, Wali Kota didampingi Sekda Dra Welly Tigtigweria, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan, Dandim 1802/Sorong Letkol Inf Budiman. 

Wali Kota menilai kawasan pasar Jembatan Puri ini terbilang ramai, masyarakat Kota Sorong berkumpul dan melakukan transaksi jual beli. “Direncanakan kami akan mengatur  untuk dibuatkan portal di kawasan tersebut. Selain itu, para pedagang ikan yang jualan juga harus diatur jaraknya antara pedagang satu dengan yang lain,” kata Lambert kepada wartawan, kemarin.

Lambert menyatakan untuk sementara pasar Jembatan Puri tidak ditutup, namun tetap akan diatur sehingga tertib dengan menerapkan protokoler penanganan Covid-19 dimana ada jarak antara para pedagang satu dengan lainnya. “Sementara jalan dulu sambil kita membuat strategi yang tepat tentang pengaturannya. Aktifitas di pasar ikan Jembatan Puri ini kan ramainya mungkin hanya 3 jam, yakni dari jam 6 sampai jam 9 pagi saja,”ujarnya.

Oleh sebab itu sambung Lambert, pihaknya akan membangun posko dan akan menempatkan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kepada setiap orang yang datang ke pasar ikan Jembata Puri. Selain itu, pintu keluar masuk pun akan diatur terpisah. “Jadi nanti masuk satu arah dan keluar satu arah. Semua upaya dilakukan untuk keselamatan warga Kota Sorong,” pungkasnya.

Sementara itu, puluhan warga RT 02 dan RT 03 Jalan Perikanan Kelurahan Klaligi Distrik Manoi Kota Sorong, menjalani tes cepat atau rapid test. Rapid test diambil oleh petugas Puskesmas Malawei bekerja sama dengan Tim Surveilence Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong.

Kepala Puskesmas Malawei, Alviana Martaudang menjelaskan, pada tanggal 21 Mei lalu,  pihaknya sebenarnya akan memeriksa 55 warga di Jalan Perikanan yang kontak langsung dengan 12 orang yang positif Covid-19. Namun sebagian warga menolak, hanya 24 orang perwakilan dari 55 warga yang bersedia menjalani rapid test. “Dari 24 yang sudah di rapid, sebanyak 12 orang hasilnya reaktif. Sehingga pada hari Jumat (22/5) kami sudah melakukan swab terhadap 12 orang ini dan kami masih menunggu hasil swabnya hingga saat ini,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (27/5).

Alviana mengatakan, hari ini (kemarin,red) pihaknya turun ke kompleks Jalan Perikanan tepatnya di RT 02 dan 03 untuk melakukan rapid test terhadap warga yang belum mengikuti ratid Test. Sayangnya, kebanyakan masyarakat di RT 02 memutuskan pergi ke pulau dengan menggunakan perahu. “Jadi kita ambil saja yang ada, kemudian kita presentasikan berapa banyak masyarakat yang disini reaktif. Dan kalau reaktif maka akan kita isolasi mandiri, nanti dari Satgas Kota yang menindaklanjuti,” jelasnya.

Sebanyak 20 orang petugas Puskesmas Malawai dibantu petugas Dinas Kesehatan, aparat hingga Lurah dan RT, turut membantu pelaksanaan rapid test. Alviana sangat mengharapkan agar masyarakat memiliki kesadaran untuk mengikuti rapid test yang bermaksud agar mengetahui anti bodi. Bila hasil rapid test reaktif, hal itu tidak membuktikan bahwa masyarakat positive Covid-19. “Mungkin saja masyarakat ada penyakit lain sehingga rapid test menunjukkan reaktif dan dari hasil rapid test kita akan menyarankan masyarakat melakukan isolasi mandiri, karena di wilayah Jalan Perikanan ini ada 12 OTG positive Covid-19 yang sehat-sehat saja,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed