oleh

Sembuh, 1 OTG Positif Covid-19 Dipulangkan

AIMAS – Dari total 29 orang warga Kabupaten Sorong yang menjalani tes swab pada 18 Mei 2020, 3 diantaranya positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan 1 orang tanpa gejala (OTG) berinisial AS dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, pada Jumat (22/5). 

Ketua Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, Ir. Moh Said Noer,MSi menjelaskan, 3 orang yang positif merupakan warga Distrik Mariat dan Aimas, 2 diantaranya masuk dalam klaster Magetan dan 1 orang berasal dari RDT reaktif. Ketiganya telah dilakukan penjemputan di kediamnnya masing-masing, Jumat (22/5). 

Sementara itu, OTG positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh berinisial AS, merupakan warga Distrik Salawati yang sebelumnya telah menjalani tes swab dan hasilnya negative sebanyak 2 kali. AS sebelumnya dinyatakan negative bersama salah satu pasien lainnya pada swab kedua, namun pada swab ketiga, satu orang tersebut kembali positif, sehingga belum diperbolehkan untuk pulang dan kembali ke Gedung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sorong. 

“Satu orang (AS) sudah dipulangkan setelah menjalani isolasi sejak pertengahan April 2020, swab pertama positif, swab kedua dan ketiga negative. Untuk bisa dipastikan sembuh dan diperbolehkan kembali pulang ke rumah, hasil swabnya harus 2 kali negative berturut-turut,” terangnya. 

Data penyebaran kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sorong yakni Mariat 18 kasus, Salawati 5 kasus, Aimas 4 kasus, Moisigin 3 orang dan penambahan kasus positif 2 orang dari Jayapura. 

Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono,S.Sos,MSi yang memimpin pengembalian pasien menyampaikan apresiasi atas kinerja Tim Satgas yang telah melakukan penanganan terhadap warga Kabupaten Sorong yang terpapar Covid-19, baik ODP, PDP dan lainnya. “Harus ada jemput bola dan ini jadi tanggung jawab yang diharapkan pemeirntah untuk menghindari masyarakat Kabupaten Sorong dari Covid-19, ” ucapnya.

Suka Harjono juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Sorong tidak melakukan diskriminasi terhadap keluarga pasien Covid-19 ataupun pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh. “Jangan ada bully, diskriminasi atau dikucilkan, saya tidak mau dengar itu,” tegasnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed