oleh

Rektor : Unipa Sedang Sakit !

MANOKWARI – Dr. Meky Sagrim,SP,MSi, Rektor Universitas Papua (Unipa) Manokwari yang baru dilantik, bertekad membawa perubahan yang lebih baik pada pengembangan perguruan tinggi negeri di Papua Barat ini. Dia menilai beberapa tahun ini, Unipa seperti sakit. “Kalau kita amati, sebenarnya universitas ini (Unipa) dalam kondisi sedang sakit,” tutur Meky Sagrim kepada wartawan usai pelantikan sebagai Rektor.

Dia menjelaskan, tanda  Unipa sedang sakit ditunjukkan, pertama, akreditasi intitusi yang belum pernah dilakukan. Rektorat belum pernah mengusulkan untuk dilakukan akreditasi  institusi Unipa. Kedua, akreditasi program studi. Menurut Sagrim, Unipa memiliki 53 program studi, tetapi sampai sekarang baru 23 program studi  yang terakreditasi B, tak ada akreditasi A, ada 18 program studi  terakreditasi C. Masih terdapat 12 program studi belum terakreditasi.  “Contoh di Fakultas Sastra dan Budaya ada 2 program studi belum terakreditasi. Juga program studi antropologi belum terakreditasi,” tutur Meky.

Selain itu, status Unipa sebagai satker (satuan kerja) pemerintah pusat. Dengan status tersebut Unipa tidak memiliki otonomi dalam pengelolaan keuangan. Di bawah kepemimpinannya, Meky Sagrim ingin menjadikan dari Satker pemerintah pusat menjadi PKBLU (Pengelolaan Keuangan Berbadan Layanan Umum) menuju PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum). “Ini akan menjadi fokus kita,” ujar Meky. 

Dari sisi SDM (sumber daya manusia) atau tenaga pengajar di Unipa juga perlu mendapat perhatian serius. Unipa baru memiliki 7 guru besar (professor) atau 1,16 persen, jabatan fungsional kepala 93 orang dari 559 dosen. “Lektor kepala yang orang  Papua baru 5 orang termasuk saya,” jelasnya.

Menurutnya, bila ingin menuju akreditasi unggul, maka Unipa harus lebih banyak guru besar dan lektor kepala dibanding berpendidikan S2 (magister). “Ke depan dosen berstatus lektor kepala dan guru besar harus lebih banyak. Kalau kita mau menuju akreditasi unggul maka kita ubah menjadi piramida terbalik. Paling bawah itu diisi oleh jabatan fungsional asisten ahli dan bagian atas itu diisi oleh guru besar dan lector kepala,” tandasnya.

Unipa memiliki 20 gedung laboratorium, namun belum satupun bersertifikat unggul. Mestinya untuk menuju universitas berakreditasi unggul  maka 25 persen laboratorium sudah terverifikasi. “Juga kalau perkulihan online dilaksanakan maka  perlu penambahan kapasitas  internet. Jumlah mahasiswa Unipa terus bertambah, saat ini sebanyak 17.000 orang,” imbuhnya. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed